21 Apr 2021 - 645 View
Berastagi, RedaksiDaerah.com
Terkait laporan ke DPD BAIN HAM RI Kabupaten Karo, oleh masyarakat, adanya dugaan pelecehan sexsual berinisial EFT (6) yang diduga dilakukan oleh yang masih tetangganya di salah satu rumah kontrakan Kecamatan Berastagi, DPD BAIN HAM RI Karo siap mendampingi dan akan mengawal korban sampai selesai.
Hal ini dikatakan oleh Ketua DPD BAIN HAM RI Kabupaten Karo,Tekwasi Sinuhaji kepada Media Online RedaksiDaerah.com, Rabu (21/04/2021) di Skretariat DPD BAIN HAM RI Kabupaten Karo ,Jalan Jamin Ginting Desa Rumah Berastagi/Simpang Ujung Aji Kabupaten Karo Sumatera Utara.
Tekwasi Sinuhaji menambahkan" pihak keluarga juga melalui ayah korban sudah meminta bantuan kepada kita, agar kasus ini didampingi dan dikawal, dan ini sudah menyangkut hak asasi manusia, dan korban yang masih dibawah umur adalah harus kita perjuangkan demi misi kemanusiaan kita " ujar Ketua Yayasan Anak Bangsa Sumatera Utara ini.
Sementara Kepala Dapertemen Hubungan Antar Lembaga DPD BAIN HAM RI Kabupaten Karo, Erianto Perangin Angin mengatakan" ini tidak bisa dibiarkan,dan kita harus bersinergi dalam penyelesaian, sudah seharusnya cepat diungkap dan memberi efek jera bagi pelaku dan juga masyarakat, bahwa ini sangatlah perlakuan yang keji, kita tidak akan berjalan sendiri, kita sama sama mengawal kasus ini, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Karo juga sudah siap, begitu juga Ketua Peranaan Wanita MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karo, Buk Erna Karo Sekali juga sudah siap mengawal kasus ini " ujarnya.
Sebelumnya pengakuan Ayah Korban berinisial JT (37) kepada RedaksiDaerah.com" mereka sudah berusaha bicara baik baik kepada diduga pihak pelaku, tapi kurang digubris, bayangkan bang, pengakuan anak saya ini yang ketiga kali dilakukan yang selalu diiming iming uang Rp 5.000 dan selalu diacam dipotong bila ngasi tau kepada Bapak dan mamaknya, perasaan istri saya hancur bang, " katanya.
Ayah korban menambahkan" kita sudah melapor ke Polres Karo, tapi menurut pihak dari Polres harus ada Akte Kelahiran si korban agar bisa diproses, saya bingung bang sementara Akte Kelahiran Anak saya sudah hilang, harus diurus di Porses, sementara kami tidak punya dana, uang kontrakan saya masih di duluankan oleh Abang yang punya kede, tempat kami berjualan, tolong dampingi kami bang " ratapnya memelas.
Reporter : Erianto Perangin Angin
0
0
1
0
1
4