14 Jun 2026 - 7 View
Malang, RedaksiDaerah.com – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, KSK Indonesia menggelar podcast inspiratif bertema "Makna Hijrah di Era Modern dan Peran Perempuan dalam Dakwah" pada Minggu (14/6/2026) di Studio Muzike Indonesia, Desa Sitirejo RT 09 RW 03, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Acara yang diselenggarakan sebagai sarana edukasi dan refleksi spiritual ini menghadirkan narasumber dari Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sitirejo, yakni Mudholifah selaku Ketua Fatayat NU Ranting Sitirejo didampingi sekertarisnya Nurul Aida.
Dalam podcast tersebut, para narasumber mengajak masyarakat untuk memaknai Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender hijriah, tetapi sebagai momentum introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan. Menurut mereka, hijrah merupakan proses perubahan menuju pribadi yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Mudholifah menjelaskan bahwa, ketika mendengar kata "hijrah", yang terlintas adalah perubahan menuju kebaikan secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa, hijrah tidak harus dimulai dengan langkah besar, melainkan dari niat yang tulus dan perubahan kecil yang konsisten.
"Sering kali seseorang merasa belum siap untuk berhijrah. Padahal, kesiapan itu justru dibentuk melalui proses. Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Nurul Aida menyoroti tantangan hijrah di era modern yang tidak lepas dari pengaruh media sosial dan gaya hidup digital. Menurutnya, derasnya arus informasi dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi umat Islam untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan.
"Kita harus bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai media sosial menjauhkan kita dari nilai-nilai kebaikan, tetapi justru menjadi sarana untuk menyebarkan inspirasi dan dakwah yang positif," kata Aida yang juga menjabat sebagai Komandan Garfa (Garda Fatayat) Kabupaten Malang.
Pada sesi diskusi mengenai peran perempuan dalam dakwah, kedua narasumber sepakat bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun generasi yang berakhlak dan berilmu. Dakwah tidak selalu dilakukan melalui ceramah formal, tetapi juga melalui keteladanan, pendidikan keluarga, aktivitas sosial, hingga pemanfaatan platform digital.
Menurut mereka, perempuan dapat berdakwah melalui berbagai bentuk konten positif seperti tulisan, video edukasi, kajian daring, maupun aktivitas sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kunci dakwah yang efektif adalah menyampaikan pesan dengan santun, penuh empati, dan tidak terkesan menggurui.
Mereka juga mengakui bahwa, kritik dan komentar negatif sering menjadi tantangan bagi perempuan yang aktif berdakwah di media sosial. Namun demikian, hal tersebut harus disikapi dengan bijak, menjadikannya sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus menyebarkan kebaikan.
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber turut berbagi pengalaman perjalanan hijrah yang berkesan dalam kehidupan mereka. Dukungan keluarga, lingkungan yang positif, serta keteladanan para ulama menjadi faktor penting yang menginspirasi mereka untuk terus istiqamah dalam menjalankan nilai-nilai Islam.
Menutup podcast, Mudholifah dan Nurul Aida menyampaikan pesan kepada seluruh perempuan muslim agar menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, serta memperluas manfaat bagi sesama.
"Kami berharap perempuan muslim di tahun yang baru ini semakin kuat, mandiri, dan berdaya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan jasmani, ketenangan rohani, serta keberkahan ekonomi sehingga mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama," tutup mereka.
Melalui kegiatan podcast ini, KSK Indonesia berharap dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk memaknai hijrah secara lebih mendalam dan mendorong peran aktif perempuan dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di era digital yang terus berkembang.
Editor: Siana
0
0
0
0
0
0