Opini

28 Mar 2021, 469 View

Nagari Ku Sayang, Nagari Ku Malang, Generasi Ku Hilang...

Nagari Ku Sayang, Nagari Ku Malang, Generasi Ku Hilang

 

Ditulis Oleh : RudyKoto

Penggiat Sosial

 

Sungguh miris, sedih, berdosakah aku? Begitulah sekulimit beban pikiran disaat saya datang ke lapangan bola Pasar Sungai Geringging, tepatnya di depan Sanggar Salingka Nagari. Saat itu saya datang bersama Rudy Salam anggota Polres Pariaman dan adik saya Riko rc, begitu saya sampai dihalaman sanggar, lebih kurang sepuluh anak-anak kecil menghampiri kami.

Mereka bertanya kepada saya, bang kapan kita latihan bola?? Pak kapan kita latihan tambur tassa?? Lebih sedihnya lagi, saya mendapatkan laporan dari anak-anak, bahwa banyak teman sebayanya menghisap lem dengan membawa barang bukti bungkusan plastik yang didalamnya terdapat bekas lem.

Saya dan Rudy Salam tentu sangat kaget, begitu parahkah kegiatan anak-anak sekarang?? Timbul pertanyaan dalam benak saya, mereka yang salah?? Tentu bukan mereka yang salah, karena mereka masih anak-anak yang polos dan masih bisa di arahkan kemana saja. Baik kearah positif maupun kearah negatif. Di dalam benak saya terus berpikir, saya lah yang salah bukan mereka, karena beberapa tahun belakangan ini saya jarang dan kurang aktif lagi di kampung ini. Karena sibuk dengan urusan keluarga dan urusan lainnya.

Padahal dulu setiap sore saya sudah berada di lapangan untuk mengajarkan anak anak bermain sepak bola. Padahal dulu setiap saat, saya selalu berada di sanggar memperhatikan dan mengawasi anak-anak latihan tari Serta latihan musik tradisional, walaupun dulu banyak halangan dari orang tua si anak maupun beberapa warga yang sentimen kepada apa yang saya kerjakan.

Mereka selalu mencari setiap jengkal kesalahan saya, padahal apa yang saya lakukan itu murni dari hati yang paling dalam. Hanya untuk membina generasi muda ke arah yang lebih baik. Itupun saya tidak pernah mengharapkan pamrih berupa materi kepada anak-anak tersebut, tapi semata terlalu cintanya saya kepada generasi muda dan Nagari ini.

Kembali ke cerita anak-anak tadi, yang memberikan laporan kepada saya. Sudah terlalu parah kah nagari ini?? Begitu banyak kejadian-kejadian yang kurang baik terjadi selama ini, memang bukan karena saya tidak berdomisili di Sungai Geringging lagi, akan tetapi kemana kah pemuda yang bertitel intelektual yang bisa mengarahkan adik-adik nya ke arah yang lebih baik. Kemana Ninik mamak yang bisa mengarahkan sanak ponakannya kepada yang lebih beradab dan beradat lagi. Kemanakah alim ulama yang bisa mengarahkan anak-anaknya ke Masjid, ke Surau (Musholla) dan kemana senior-senior yang bisa membimbing yuniornya. Kemana perantau yang selalu memantau kelakuan sanak ponakannya dikampung halaman. Kemana pemimpin nagari ini, apakah terlalu dengan pencitraan atau mencari keuntungan duniawi semata?? Subhanallah...

Apakah kita bangga mendengar di Lembaga Pemasyarakatan (LP) banyak diisi oleh warga dan generasi kita yang terlibat penyalahangunaan Narkoba serta bandar Narkoba. Apakah kita bangga mendengar selalu terjadi kasus asusila di nagari ini?? Apakah kita bangga mendengar anak-anak kita sudah melakukan sex beba?? Apakah kita bangga anak-anak kita melakukan pencurian?? Apakah kita bangga melihat anak-anak kita ikut balapan liar?? Apakah kita bangga melihat generasi kita sibuk main judi online?? Apakah kita bangga melihat anak-anak kita selalu berada di warnet?? Entaahlah...

Jujur saya akui, saya merasa sangat bersalah dan berdosa terhadap generasi muda, tapi akankah kesalahan ini ditumpukkan kepada saya sendiri??

Marilah kita bersatu padu seperti dulu lagi, begitu kompak, semangat untuk membimbing generasi muda. Marilah kita hilangkan perbedaan, perbedaan suku, derajat, politik. Tidak ada gunanya kita bersaing kalau hanya mencari keuntungan dan populiritas semata, sementara anak-anak kita tidak tahu arah dan pedoman ke hal yang baik. Hilangkan sifat egois, sentimen, iri hati dan dengki. Jangan sampai Allah SWT murka kepada kita semua. Mari kita hilangkan perbedaan dan bangun kebersamaan.

Akhir tulisan ini, saya mohon ampun kepada Allah SWT dan mohon maaf kepada seluruh yang membaca tulisan saya ini jikalau ada merasa tersinggung dan marah.

 

Wassalam..

Rudy Koto (Anak Nagari)

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

2

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

2

Sedih