Redaksi Sumut

Guru Honorer di Kabupaten Karo, Yang Sudah Terdaftar Di Dapodik Diminta Agar di Angkat Menjadi ASN

27 Jan 2022 - 703 View

 

Karo, RedaksiDaerah.com

 Sebagian besar status guru yang mengajar di sekolah SD dan SMP Negeri berstatus honorer. Namun ketika ada kesempatan mengikuti program pemerintah pusat dalam P3K ( Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja )  adalah rekrutmen untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditujukan untuk WNI yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas Pemerintahan. Program ini bagi para guru Honorer di nilai tidak tepat sasaran. Terkhusus bagi guru honorer yang sudah mengajar 3 tahun sampai 30 tahun masa kerja. 

 Seperti yang di ungkapkan oleh Antonius Berahmana ( 55 ) salah satu Guru Honorer di SDN 046574 Sadaperarih  SDN 044830 Cinta Rakyat dengan jabatan Guru Kelas dengan ijazah Sastra Inggris yang sudah mengabdikan diri mengajar selama lebih 25 tahun mengajar mengatakan kepada Redaksi Daerah, Rabu (26/01/2021).

 " Kami sangat sedih, dengan adanya program P3K untuk guru honorer yang masih belum tepat sasaran dalam melaksanakan peraturan pengangkatan untuk P3K". Kami khususnya guru yang berijazah Bahasa Inggris di Karo tidak di buka Formasi dengan alasan kuota penuh, artinya tidak di buka kesempatan untuk mengikuti ujian tersebut. Padahal menurut kami dengan masa pengabdian 3 tahun ke atas sudah sewajarnya di angkat menjadi ASN mengingat guru merupakan jantungnya Negara ini. Mengingat begitu pentingnya pendidikan bagi para generasi. Namun disini kami malah merasa bahwa kami adalah kaum yang tertindas. Kami punya ijazah, kami S1, tapi nasib kami sangat menyedihkan, katanya. 

 Masih ada teman kami yang mendapat gaji honor hanya Rp. 150.000/ bulannya yang dibayarkan 3 bulan sekali. Itu pun kami bertahan demi pengabdian dan berharap suatu saat ada perhatian pemerintah kepada kami. Dan saat ini ada kesempatan kepada kami yang bertahan dalam pengabdian malah terkesan di abaikan oleh pemerintah khususnya pihak Dinas Pendidikan Tanah Karo kata nya. 

Revina guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi juga mengatakan hal yang sama, saya juga guru honorer yang berijajahkan S1 Sastra Inggris namun di Dapodik saya terdaftar sebagai guru kelas, itu lah sebabnya nomor peserta ujian P3K kami keluar semua, tapi yang kami sangat sayangkan formasi untuk guru bahasa Inggris tidak dibuka di Karo, alasannya jurusan dengan jabatan sebagai guru kelas tidak linier.

 Formasi untuk guru bahasa inggris di bilang penuh. Padahal kurikulum untuk muatan lokal bahasa Inggris di SD untuk kelas 4,5,6 sudah ada. Kenapa tidak di usulkan hal tersebut, dimana nilai pengabdian dan keadilan untuk kami selama ini. Banyak sekali kami guru kelas dengan ijazah Sastra Inggris khususnya, namun tidak di buka kesempatan. Malah kami yang di salahkan, kenapa tidak kuliah PGSD saja dulu kata pihak Dinas sementara Dapodik kami sebagai guru kelas mereka yang membuat. kami mengajar sudah bertahun tahun dengan gelar sarjana pendidikan yang kami punya ujarnya. 

 Harapan kami, tolonglah program P3K ini memang betul - betul mengutamakan para guru honorer yang sudah mengajar bertahun tahun, ini kesempatan dan seharusnya pengabdian kami selama ini di nilai dan di apresiasi bukan malah di kritik kata Revina yang mengajar di salah satu SDN di Karo.

Reporter : Erianto Perangin Angin

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

1

Sedih