Severity: Warning
Message: file_get_contents(/home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/cache/popular_posts_all_lang1): failed to open stream: No such file or directory
Filename: drivers/Cache_file.php
Line Number: 275
Backtrace:
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/helpers/custom_helper.php
Line: 131
Function: get
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/core/Core_Controller.php
Line: 161
Function: get_cached_data
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/controllers/Home_controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
13 Nov 2021 - 361 View
Tanah Karo, Redaksidaerah.com
Malang benar nasib Pak Efendy Sembiring Pelawi warga Desa Simacem yang kini mengontrak rumah kecil di Desa Merek ini, sudahlah hidup sendiri, umur sudah cukup tua, kerjaan hanya serabutan, harus pula mengalami musibah kehilangan sebuah sepeda motor yang menurutnya itulah satu - satunya harta berharga yang ia miliki.
Pak Sembiring menceritakan kepada awak media ini, kejadian tersebut terjadi pada 21 Oktober lalu, berawal sekira pukul 15.00 Wib, ia menuju ladangnya didaerah Desa Nang Belawan, tapi sejak dari Tugu Bambu Runcing Kabanjahe, ia diikuti oleh mobil Avanza berwarna hitam.
Setelah lewat Desa Rumah Kabanjahe, tiba - tiba mobil tersebut menghentikan laju sepeda motor Pak Sembiring, dan keluarlah 3 orang laki - laki yang diperkirakan umurnya masih sekitar 30-an tahun, dan langsung meminta sepeda motor Merk Verza warna hitam les merah dengan nomor Polisi BB 3908 YH milik Pak Sembiring berikut surat STNKnya.
Lalu salah seorang dari 3 pria tersebut membawa sepeda motor Pak Sembiring dan Pak Sembiring diajak naik kedalam mobil, didalam mobil salah satu diantara pria tersebut mengatakan dirinya bernama Yanto dari Pegadaian Sidikalang, Yanto mengatakan, " karena Bapak ada hutang di Pegadaian dan sudah lama menunggak, maka sepeda motor Bapak kami bawa dulu, nanti hari Senin ( kejadian hari Jumat - Red ) bapak datang kekantor kami di Sidikalang, maka kami akan mengembalikan motor Bapak", kata pria yang bernama Yanto tersebut.
Kemudian Pak Sembiring, mereka turunkan di Simpang Tiga Masjid Agung Kabanjahe, dan kata Pak Sembiring kawanan pria tersebut pergi ke arah Medan.
Setelah setengah jam berlalu baru Pak Sembiring tersadar jika sepeda motornya telah diambil oleh orang yang tidak ia kenal, kemudian ia menuju Polres Tanah Karo untuk membuat laporan, akan tetapi laporannya tidak diterima, karena pihak Polres meminta surat - surat kendaraannya, sedangkan STNK bersama sepeda motornya sudah dibawah oleh kawanan pria yang tak ia kenal itu dan BPKBnya tergadai di Pegadaian Sidikalang.
Kemudian hari Senin sesuai yang dikatakan Yanto, Pak Sembiring mendatangi kantor Pegadaian Sidikalang guna meminta surat bahwa benar BPKB sepeda motornya digadaikan disana, agar ia bisa membuat pengaduan ke Polres Tanah Karo. Akan tetapi pihak Pegadaian tidak mau memberikan surat yang diminta, justru memaksa Pak Sembiring melunasi hutangnya yang masih tersisa Rp 3 juta, demikian cerita Pak Sembiring dengan nada sedih.
Pertanyaannya sekarang, apakah betul Pak Sembiring terkena hipnotis oleh kawanan perampok,...? Ataukah yang menyita sepeda motor Pak Sembiring adalah suruhan dari Kantor Pegadaian Sidikalang tempat ia berhutang,...?
Jadi mohon kepada pembaca semua bila melihat atau ada yang mau menjual sepeda motor merk Verza seperti yang disebutkan diatas, silahkan laporkan kepada pihak yang berwajib dan bila ada yang berhasil menemukan sepeda motor itu, maka akan diberikan imbalan sepantasnya, kata Pak Sembiring menutup perbincangannya dengan awak media ini di Kabanjahe, 11/11/2021 sore.
( Lia Hambali )
0
0
0
0
0
3