26 Mei 2021 - 319 View
Karo, RedaksiDaerah.com
Sebentar lagi tahun pelajaran 2020/2021 telah berakhir, tidak terasa belajar dirumah secara online dalam jaringan (Daring) sudah melewati setahun, yang ironisnya siswa yang satu lokal pun begitu tidak saling mengenal, apalagi guru yang sudah dipastikan tidak menghafal wajah dan nama - nama siswanya.
Nina Karina Br Sembiring salah satu satuan pelajar anak bangsa mengatakan, bahwa dia menamatkan SMAnya dengan belajar dirumah, tamatan 2020 ,dan kadang mereka menyebutnya dengan angkatan covid.
"Kita sangat berharap adanya terobosan yang diperbuat, terkait pendidikan kita, langkah apa yang harus ditempuh, ini sudah memasuki ajaran baru, kita harus berani bersepekulasi, dengan memikirkan juga resikonya, karena kita harus mengakui belajar online, jauh seperti apa yang kita diharapkan " ujar Nina Karina ,Rabu (26/05/2021) di Pusat Rehabilitasi Narkoba Anak Bangsa, Jalan Jamin Ginting S no 81 Desa Ketaren Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Sumatera Utara.
Mental generasi muda sedang mengalami penurunan dan kita juga sangat was - was dengan android selalu ditangan mereka, apalagi sebahagian besar pengawasan sangat minim " kata relawan anak bangsa ini.
Sebaiknya Pemerintah sudah bisa melakukan tatap muka dengan syarat sistem pembelajaran yang memang harus diperketat, dan juga kerjasama antar orang tua dan siswa itu sendiri sangat diharapkan, kesadaran yang tinggi harus ditanamkan, itulah yang harus dipikiri apa yang harus diperbuat " ujar Bendahara Yayasan Anak Bangsa Sumatera Utara, drg Gita Maria Natalia Ginting.
Bendahara Yayasan Anak Bangsa ini menambahkan " kita juga harus sadar, kalau Covid 19 ini harus kita hadapi dengan betul - betul peduli dan saling mengingatkan, jangan sekali - sekali menganggap sepele, dan teruslah berbenah, mempersiapkan diri dimana pun kita berada, apa yang sudah diterapkan Pemerintah, diikuti dengan disiplin, mari memulai dari diri sendiri, katanya.
Sementara salah satu orang tua siswa, Doris Mela Br Panggabean, mengakui kalau Putra-Putrinya sudah jenuh dengan belajar, sistem online, malah sudah menjurus kearah yang malas, memang kita tidak menerapkan pengawasan yang ketat, karena faktor pekerjaan juga salah satu alasan, kita betul - betul kuwalahan, dan ada rasa khawatir akan masa depan mereka.
Tapi apa mau dikata, kita juga takut dengan situasi yang sedang dijalani, semoga ini cepat berlalu, tapi berharap juga ada solusi dari Pemerintah, agar ini dapat diatasi. " tutupnya.
Reporter : Erianto Perangin Angin
0
0
0
0
0
0