Redaksi Sumut

Ajang Pembiaran Bebas Beroperasi Pukat Trawl Timbulkan Kemiskinan Nelayan Tradisional

3 Jun 2021 - 39 View



Belawan, Redaksidaerah.com - Penggunaan alat tangkap yang sudah puluhan tahun beroperasi dapat merusak biota - biota laut.
Pukat trawl menjadi penyebab utama kemiskinan nelayan tradisional, karena kurangnya perhatian para pejabat terkait di perairan Selat Malaka. Ajang pembiaran yang sudah puluhan tahun berlangsung seakan pejabat tidak mampu untuk bertindak dan harus menjadi perhatian Pemerintah terhadap kemiskinan nelayan tradisional, Rabu (2/6/2021).

Permasalahan diperparah lagi dengan berbagai macam aturan produk hukum yang ujung-ujungnyanya tetap saja melegalkan alat tangkap yang salah.

Carut marutnya pendapatan nelayan tradisional terbentuk dengan tak konsistennya pihak pengawasan di laut, dan imbasnya nelayan tradisional Medan Utara pun semakin termarzinalkan dan terzholimi.

Menurut data yang didapat saat ini banyak nelayan tradisional yang berada di kawasan Kelurahan Bagan Deli, Kelurahan Belawan Satu, Kelurahan Belawan Bahagia, KelurahanBelawan Sicanang, Kelurahan Belawan Bahari, dan Kelurahan Belawan dua. Kelurahan Pekan Labuhan, Kelurahan Kampung Nelayan, Kelurahan Labuhan Deli, Kelurahan Paya Pasir serta Kelurahan Terjun dan sebahagian ditambah para buruh nelayan.

Menurut data yang didapat semenjak tahun 2000 kehidupan para nelayan tradisional Medan Utara perekonomiannya makin porak-poranda akibat dari makin banyaknya penggunaan alat tangkap salah.

Bukan itu saja, permasalahan diperburuk dengan penguasaan Zona Tangkap yang didominasi oleh kapal perikanan berukuran skala besar mulai dari 15 hingga 170 GT (Gros Ton).

Menurut aktifis nelayan Rahman Gafiqi SH permasalahan terhadap para nelayan tradisional dan buruh nelayan tak akan selesai kalau saja aturan hukum tak ditaati, bahkan dilanggar sama sekali.

"Persoalan terus mendera terhadap para nelayan tradisional hingga saat ini, silih berganti kelompok masyarakat nelayan melakukan perlawanan, permohonan dan diskusi untuk mencari solusi bagi kelangsungan hidup anak dan istri mereka. Namun upaya itu selalu kandas karena diduga adanya kepentingan para pejabat," kata Rahman Gafiqi SH.

Reporter : LP Sitinjak

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih