Alor

Sumber Foto : Opha Ghaull Buraga Champoeng

Proyek RKB SD GMIT Biakbuku Lewati Batas Kontrak, Pelaksana Klaim Pekerjaan Hampir Rampung.

6 Apr 2026 - 74 View

Sumber Foto : Opha Ghaull Buraga Champoeng

Alor Redaksidaerah.com — Proyek pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB) di SD GMIT Biakbuku, Desa Wakapsir, Kecamatan Abad Selatan, Kabupaten Alor, menuai sorotan publik setelah diketahui telah melewati batas akhir kontrak pada 28 Desember 2025, namun hingga kini belum juga rampung sepenuhnya.

Keterlambatan tersebut memicu keprihatinan masyarakat setempat, mengingat fasilitas ruang belajar tambahan sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pendidikan di sekolah tersebut. Sejumlah warga menilai lambannya penyelesaian proyek berpotensi menghambat kegiatan belajar mengajar yang ideal bagi para siswa.

Berdasarkan pantauan yang beredar di media sosial, salah satunya melalui akun Facebook milik Opha Ghaull Buraga Champoeng, kondisi fisik bangunan sebelumnya terlihat belum selesai. Beberapa bagian penting seperti dinding yang belum diplester secara maksimal, lantai yang belum dipasangi keramik, serta plafon yang belum dikerjakan sempat menjadi sorotan, menunjukkan progres yang masih jauh dari harapan.



Selain itu, informasi dari lapangan juga menyebutkan bahwa aktivitas pekerjaan sempat terhenti. Tidak terlihat adanya pekerja di lokasi proyek, serta material bangunan yang terbatas memperkuat dugaan bahwa proyek mengalami kendala serius dalam penyelesaiannya, meskipun telah diberikan kesempatan tambahan waktu oleh pihak terkait.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Albertus Kupang ini awalnya diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak akan ruang belajar yang layak. Namun kondisi keterlambatan justru menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat Desa Wakapsir.

Meski demikian, pihak pelaksana proyek, Osias Alomau, memberikan klarifikasi bahwa progres pembangunan saat ini sebenarnya sudah mendekati tahap akhir. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan plafon telah selesai dikerjakan, sementara bagian tembok hanya tinggal tahap finishing berupa pengecatan (oker) serta pemasangan tegel pada ruangan. 

Osias dalam klarifikasinya kepada wartawan (06/04/26) , tidak merinci adanya bagian lain pada bangunan tersebut seperti pleseteran yang masih belum rampung sebagaimana diposting oleh akun facebook Opha Gaul Buraga Champoeng, termasuk tidak memberikan klarfikasi tentang adanya pekerjaan plafon yang belum dikerjakan sama sekali oleh Osias.

Namun Osias menjelaskan bahawa keterlambatan yang terjadi disebabkan oleh faktor cuaca yang kurang mendukung, terutama pada musim hujan, belum lagi kondisi akses jalan menuju lokasi proyek yang cukup sulit dilalui. Hal inilah yang disebut Osias telah berdampak pada distribusi material dan kelancaran pekerjaan di lapangan.

Kendati demikian, Osias menegaskan komitmennya untuk segera menuntaskan pekerjaan tersebut. Ia menargetkan bahwa pada akhir April 2026, proyek pembangunan RKB SD GMIT Biakbuku sudah dapat diselesaikan dan siap untuk dilakukan Provisional Hand Over (PHO).

Sebelumnya diketahui bahwa akun facebook Opha Gaul Buraga telah memosting hal tersendatnya pembangunan RKB dimaksud, "Pemb.3 RKB SD GMIT Biakbuku Desa Wakapsir, Kec ABAD Selatan Kab.Alor dikerjakan oleh Pelaksana CV.Albertus Kupang, sampai dengan pagi ini belum selsai, batas akhir kontrak tertanggal 28 Desember 2025," tulis Opha Gaul di postingannya pada tanggal 30/03/26 lalu, pukul 08:17 wita.



Dalam postingan itu, Opha juga menyinggung bahwa kepada pelaksana telah diberikan kesempatan, namun pekerjaan belum juga rampung kendati deadline waktu telah terlampaui, "ada pemberian kesempatan untuk kerja selesaikan namun tukang su tidak ada lagi, bahan juga tidak ada, sedihlah plesteran, lantai belum terpasang keramik, plafond juga sama sekali belum, info terkini dari TKP pagi ini," tulis Opha mengesalkan kondisi terkini yang diperolehnya dari lapangan. 

Kini masyarakat berharap agar komitmen Osias tersebut tak sekadar janji klarifikasi tapi benar-benar direalisasikan agar bangunan sekolah dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa dan tenaga pengajar demi menunjang kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

 

Editor : Airon Salek

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

1

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih