Redaksi Sumbar

Proses marandang dan pengemasan rendang di Nagari Batu Taba yang melibatkan Kuarsa Foundation, masyarakat nagari, serta personel Satbrimob Polda Sumbar sebelum didistribusikan ke wilayah terdampak bencana.

Kuarsa Foundation Gandeng Nagari Batu Taba dan Satbrimob, 5.000 Paket Rendang Disiapkan untuk Korban Galodo

27 Des 2025 - 57 View

Proses marandang dan pengemasan rendang di Nagari Batu Taba yang melibatkan Kuarsa Foundation, masyarakat nagari, serta personel Satbrimob Polda Sumbar sebelum didistribusikan ke wilayah terdampak bencana.

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, menjadi salah satu titik konsolidasi bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang (galodo). Pada kegiatan yang berlangsung terbuka ini, Pemerintah Nagari Batu Taba bersama TP-PKK Nagari dan Yayasan Kuarsa Foundation dari Bukittinggi menggelar penyembelihan satu ekor sapi untuk diolah menjadi sekitar 5.000 paket rendang dan gulai siap saji.

Wali Nagari Batu Taba, Desrianto, S,Sos menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas lintas lembaga dalam merespons dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Paket rendang tersebut direncanakan akan disalurkan ke daerah-daerah terdampak, seperti Malalo di Kabupaten Tanah Datar, Pelembayan di Kabupaten Agam, serta kawasan sekitar Maninjau.

Menurut Wali Nagari, Yayasan Kuarsa Foundation merupakan yayasan berbasis di Bukittinggi yang dihimpun oleh para alumni SMA di kota tersebut, termasuk SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Bukittinggi. Kolaborasi ini disebut sebagai upaya memperkuat peran masyarakat sipil dan nagari dalam penanganan bencana, khususnya pada sektor logistik pangan yang kerap menjadi kebutuhan mendesak di lapangan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur Satuan Brimob Polda Sumatera Barat. Kehadiran Brimob bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari kerja sama konkret dalam penanganan logistik dan distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akibat dampak bencana.

Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumbar, Kompol Jenrival, SH menyampaikan bahwa Kuarsa Foundation sebelumnya telah membantu pengadaan logistik untuk dapur lapangan Brimob di Padang Laweh, Malalo. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung operasional dapur umum yang melayani anggota dan masyarakat terdampak di sekitar lokasi bencana.

Dalam kegiatan di Batu Taba ini, Kuarsa Foundation kembali berperan sebagai penggerak utama kegiatan “marandang” dan pengolahan gulai bantai ayia, yang dilaksanakan bersama masyarakat setempat. Proses memasak hingga pengemasan dilakukan secara gotong royong, dengan target distribusi cepat ke wilayah terdampak galodo.

Kompol Jenrival menegaskan bahwa Brimob akan turut berkontribusi dalam proses pendistribusian paket rendang dan gulai tersebut. Jaringan dan kemampuan mobilisasi Brimob dinilai penting untuk memastikan bantuan sampai ke titik-titik terdampak di Malalo, Agam, hingga kawasan Maninjau secara tepat waktu.

Ketua Pembina Kuarsa Foundation, Haji Muhammad Rusdi, menyebutkan bahwa kegiatan ini sepenuhnya bersifat sosial dan kemanusiaan. Bantuan yang dihimpun berasal dari berbagai pihak, mulai dari individu, alumni, instansi, hingga perusahaan, termasuk kontribusi dari Jasa Raharja dan komunitas Minang Geopark Ran.

Haji Muhammad Rusdi menegaskan bahwa meskipun dirinya dikenal sebagai pelaku usaha, kegiatan ini tidak membawa nama perusahaan mana pun. Seluruh aktivitas dilaksanakan atas nama yayasan sosial dan keagamaan yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, yakni melalui Kuarsa Foundation dan Yayasan Konco Arek Sahati.

Kegiatan di Batu Taba ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah nagari, masyarakat, aparat negara, dan yayasan sosial mampu bergerak cepat merespons bencana. Di tengah keterbatasan dan kondisi darurat, solidaritas semacam ini menjadi penyangga utama bagi warga terdampak, sekaligus pengingat bahwa penanganan bencana tidak bisa diserahkan pada negara semata, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak.

----

Reporter: Fernando Stroom 

Editor: RD TE Sumbar 

Sumber: Liputan 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih