7 Agt 2026 - 73 View
KAYUARA KUNING, RedaksiDaerah.Com — Wakil Bupati Banyuasin Neta Indian menghadiri peresmian Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kelurahan Kayuara Kuning, Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/8/2026). Peresmian ini dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni guna mendukung program rehabilitasi hutan dan penyediaan bibit berkualitas untuk penghijauan.
Pusat persemaian ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan bibit berkualitas bagi rehabilitasi hutan dan lahan, penghijauan lingkungan, pengembangan agroforestri, serta berbagai gerakan penanaman di Sumsel dan wilayah sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan Pemerintah Pusat dan Kementerian Kehutanan yang memilih Kabupaten Banyuasin sebagai lokasi Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo. Menurutnya, keberadaan fasilitas modern ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pemerintah Kabupaten Banyuasin sangat mendukung penuh keberadaan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo ini. Kehadiran fasilitas skala besar di Banyuasin tidak hanya memperkuat upaya penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis di wilayah kami, tetapi juga membuka peluang besar bagi masyarakat Banyuasin untuk memanfaatkan bibit berkualitas secara gratis guna pengembangan sektor pertanian, agroforestri, dan penataan lingkungan yang lebih asri,” ujar Neta Indian.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Banyuasin siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk memastikan distribusi bibit tepat sasaran hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pihaknya memastikan untuk mewujudkan program ASRI yang sudah menjadi program strategis nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Demi mendukung hal tersebut, pihaknya pun melebarkan sayap untuk pembangunan pusat persemaian bibit-bibit tanaman unggul di Indonesia.
“Karena memang persemaian bibit unggul yang baik akan dapat menghijaukan desa-desa kita, kota, kabupaten yang ada di Indonesia. Kementerian Kehutanan sendiri sudah memiliki 59 tempat persemaian, di mana ada 9 pusat persemaian besar dan ada 50 unit persemaian yang kapasitasnya lebih kecil,” kata Raja Juli saat meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (7/8/2026).
Dia menjelaskan pusat persemaian yang ada di Indonesia, termasuk Sriwijaya Kemampo memiliki kapasitas semai bibit sebanyak 5–10 juta.
Sementara untuk unit persemaian bisa menghasilkan 500 ribu bibit. Namun jika dimaksimalkan, kapasitasnya bisa digenjot hingga 1 juta bibit yang kualitasnya baik.
“Di 59 persemaian kita ini ada bermacam-macam jenis tanaman, baik kayu-kayuan, tanaman endemik hingga tanaman estetika. Kita berupaya ini bisa mencegah kepunahan tanaman-tanaman yang penting bagi negara kita,” katanya.
Dirjen PDASRH Diah Murtiningsih mengatakan Sriwijaya Kemampo memiliki fasilitas infrastruktur yang cukup lengkap. Pusat persemaian ini berdiri di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan kapasitas produksi 5–10 juta batang bibit per tahun.
“Jadi memang pusat persemaian ini sudah lengkap, karena tempat ini dirancang untuk memproduksi beragam bibit kayu-kayuan, tanaman serbaguna, serta tanaman estetika. Tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung agenda pemulihan lingkungan dan pembangunan lanskap hijau secara berkelanjutan,” jelasnya.
Pewarta: Alamsy@h
RDG : SumSel
0
0
0
0
0
0