3 Okt 2026 - 44 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Ketika perubahan zaman terus menggeser banyak sendi kehidupan masyarakat, Nagari Gurun memilih memperkuat fondasi adatnya. Kerapatan Adat Nagari (KAN) Gurun tidak hanya mengukuhkan struktur kelembagaan, tetapi sekaligus membuka tahapan persiapan untuk sebuah prosesi yang berkaitan langsung dengan keberlanjutan kepemimpinan adat Minangkabau.
Langkah tersebut diwujudkan melalui dua agenda besar pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Purn. Hindra Dt. Putiah, S.Sos., M.M., KAN Gurun mengukuhkan empat lembaga unsur nagari masa bakti 2026–2030 sekaligus membentuk panitia Alek Baralek Batagak Penghulu 2027.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus KAN, tokoh masyarakat dan sekitar 150 masyarakat itu menjadi momentum konsolidasi kelembagaan adat. Prosesi pengukuhan empat lembaga unsur secara perwakilan dilaksanakan oleh Wakil Ketua KAN Gurun, Jhoni Dt. Djo Bangso.
Empat unsur yang dikukuhkan adalah Bundo Kanduang, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan Pemuda. Keempat unsur tersebut ditempatkan sebagai bagian penting dalam kehidupan nagari, mulai dari penguatan nilai adat dan budaya, kehidupan keagamaan, peran intelektual masyarakat hingga keterlibatan generasi muda.
Pada Lembaga Unsur Bundo Kanduang, kepengurusan masa bakti 2026–2030 dipimpin Imzarnis, S.Pd. sebagai ketua, bersama Mery Muchtar, S.Kep. sebagai wakil ketua, Yanti Yunas sebagai sekretaris dan Herlena Wati sebagai bendahara.
Lembaga Unsur Alim Ulama dipimpin Drs. H. Suparnik, M.Pd., didampingi Yandri Malin Bagindo sebagai wakil ketua, Reza Saputra, S.Ag. sebagai sekretaris dan Rio Febrian Saputra, S.H. sebagai bendahara.
Untuk Lembaga Unsur Cadiak Pandai, posisi ketua dipercayakan kepada Edi Edwar, S.E., dengan Syofni sebagai wakil ketua, Ismail sebagai sekretaris dan Rahmat Hidayat sebagai bendahara.
Sedangkan Lembaga Unsur Pemuda dipimpin Aldo Hidayat, didampingi Roma Sanjaya sebagai wakil ketua, Afrizal sebagai sekretaris dan Rivaldo sebagai bendahara.
Pengukuhan tersebut membawa pesan yang lebih besar daripada sekadar penetapan kepengurusan. Empat unsur tersebut diharapkan mampu menjadi ruang koordinasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga nilai adat sekaligus merespons dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat Nagari Gurun.
Batagak Penghulu 2027, Konsolidasi Dimulai
Pada agenda berikutnya, KAN Gurun membentuk panitia Alek Baralek Batagak Penghulu yang direncanakan berlangsung pada 2027. Pembentukan kepanitiaan menjadi langkah awal untuk memastikan persiapan alek adat dilakukan secara terarah dan melibatkan unsur masyarakat serta kaum yang berkepentingan.
Panitia inti dipercayakan kepada Jhoni Dt. Djo Bangso sebagai ketua. Struktur kepemimpinan dilengkapi Dodi Syafrudin sebagai Wakil Ketua I, Rahmat Hidayat sebagai Wakil Ketua II, Akmal Hidayat, S.H., M.H. sebagai Wakil Ketua III dan Khotik Sinaro sebagai Wakil Ketua IV.
Sementara posisi sekretaris ditempati Thomy Hapriandi, sedangkan Hendrita dipercaya sebagai bendahara. Sejumlah divisi pendukung akan dibentuk untuk menangani bidang masing-masing sesuai kebutuhan persiapan dan pelaksanaan alek.
Rencana pelaksanaan Baralek Batagak Penghulu ditetapkan berlangsung tiga hari setelah Hari Raya Idulfitri 2027. Masyarakat serta kaum dan suku di Nagari Gurun yang bermaksud mengikuti prosesi tersebut nantinya diminta melakukan pendaftaran kepada panitia.
Persyaratan, mekanisme pendaftaran dan ketentuan teknis lainnya akan diinformasikan lebih lanjut setelah ditetapkan panitia dengan memperhatikan ketentuan adat yang berlaku.
Bagi masyarakat Minangkabau, Batagak Penghulu bukan sekadar perhelatan adat yang berlangsung dalam hitungan hari. Prosesi tersebut berkaitan dengan eksistensi kepemimpinan adat, hubungan antarkaum serta keberlanjutan tatanan sosial yang diwariskan lintas generasi.
Karena itu, persiapan yang dilakukan sejak jauh hari menjadi penting. Kepanitiaan bukan hanya bertugas memastikan sebuah alek terlaksana, tetapi juga menjadi ruang koordinasi antara unsur KAN, kaum, suku dan masyarakat agar seluruh tahapan berjalan sesuai kesepakatan dan ketentuan adat.
Pengukuhan empat lembaga unsur sekaligus pembentukan panitia Batagak Penghulu menunjukkan bahwa KAN Gurun tengah menyiapkan dua fondasi secara bersamaan: kelembagaan yang bekerja dan kepemimpinan adat yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan sekadar bagaimana sebuah alek adat digelar meriah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup setelah rangkaian acara berakhir—menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Dengan agenda tersebut, KAN Gurun menempatkan penguatan kelembagaan dan pelestarian adat sebagai kerja bersama. Sebuah upaya untuk memastikan adat tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hadir sebagai bagian dari kehidupan Nagari Gurun hari ini dan masa mendatang.
---------------
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan/ Rilis
1
0
0
0
0
0