21 Des 2020 - 69 View
Belawan, Redaksidaerah.com
Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (NATARU) H-4, pada saat KM Kelud sandar di Dermaga Bandar Deli Belawan, terlihat arus mudik sudah mulai memadati lapangan Bandar Deli Belawan, Senin (21/12/2020) pukul 9.00 Wib.
Turut serta dalam mengawasi para penumpang kedatangan dan keberangkatan, PT Pelni dibantu oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Medan, Syahbandar Utama Belawan. PT. Pelindo I dan TNI AL.
Sesuai anjuran Pemerintah melalui Menteri Kesehatan PT Pelni memperketat para penumpang dalam pengawasan sesuai anjuran protokol kesehatan, guna memutus penyebaran Corona Virus Disease (Covid) 19.
Sebelum para penumpang melakukan Check In, terlebih dahulu melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan melakukan pemeriksaan surat rapid test dan surat kesehatan para penumpang. Usai dilakukan pemeriksaan, para penumpang dapat melakukan check in dengan menunjukkan surat rapid test dan surat kesehatan tersebut beserta tiket dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.
Sebagai syarat utama para penumpang wajib melakukan Rapid test dan mengantongi surat kesehatan dari Rumah Sakit. dan menggunakan masker serta jaga jarak, bila ditemukan para penumpang yang tidak memenuhi surat - surat tersebut PT Pelni tidak mengizinkan para penumpang untuk menaiki kapal KM Kelud.
Ketika awak media Redaksidaerah.com mempertanyakan tentang rute KM Kelud, Harbin Simamora menjawab " untuk mengantisipasi pembludakan jumlah penumpang, sementara kapal KM Kelud melayani rute Belawan - Batam, dari tanggal 21 hingga 23 Desember 2020, dan untuk tanggal 26 Desember dan seterusnya KM Kelud dengan rute seperti biasa Jakarta - Belawan".
"Jumlah penumpang datang pada hari ini berjumlah 1.730 orang penumpang dan berangkat dengan jumlah 558 orang penumpang dengan sesuai estimasi 50%", ucap Harbin Simamora.
Menurut penuturan salah seorang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan yang tidak mau disebutkan namanya, " Rapid test tidak berlaku lagi mulai Januari 2021 jadi setiap para penumpang harus melakukan pemeriksaan Antigen Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan rute Jakarta - Belawan" ungkapnya.
Kembali awak media Redaksidaerah.com menanyakan pada salah seorang penumpang terkait penghapusan rapid test dan diganti dengan Antigen PCR, salah seorang penumpang dari Belawan,Zendratu mengatakan "berapa pula biaya yang harus kami keluarkan, sedangkan mengurus Rapid test ini saja kami harus mengeluarkan uang Rp. 150.000 sampai Rp. 200.00, terus mengurus Antigen PCR ini berapa pula per orang yang harus kami keluarkan".ujarnya seakan bertanya.
Reporter : LP SITINJAK
Editor : Lia Hambali
0
0
0
0
0
0