Redaksi Sumbar

William Nursal Devarco, Founder sekaligus CEO BXP Indonesia, membawa pengalaman 26 tahun di dunia event, musik dan entertainment menuju babak baru industri kreatif nasional.

BXP Indonesia, Legacy 26 Tahun yang Menolak Padam: Dari “Dedengkot EO” Sumbar Menuju Industri Kreatif Nasional

18 Agt 2026 - 15 View

William Nursal Devarco, Founder sekaligus CEO BXP Indonesia, membawa pengalaman 26 tahun di dunia event, musik dan entertainment menuju babak baru industri kreatif nasional.

PADANG, REDAKSIDAERAH.COM — Tidak semua perusahaan lahir dari modal besar, kondisi ideal, dan perjalanan yang mulus. Sebagian justru tumbuh dari tekanan, keterbatasan, ketidakpastian, serta perjuangan panjang untuk tetap bertahan.

 

Kisah tersebut menjadi bagian dari perjalanan BXP Indonesia (Big X Project), creative production house yang kini berada di bawah naungan PT Roll Devarco Production Pictures (RDPP).

 

BXP Indonesia hadir pada 2026 bukan sebagai brand yang muncul secara instan. BXP merupakan evolusi dari perjalanan yang telah dimulai sejak 2000, ketika William Nursal Devarco bersama Yasri Yuyanti membangun fondasi usaha di bidang event, musik, talent dan entertainment.

 

Lebih dari dua dekade kemudian, pengalaman tersebut dikembangkan menjadi ekosistem bisnis yang mencakup Creative, Media, Production & Entertainment.

 

Bukan Lahir dari Kemudahan

 

Bagi William Nursal Devarco, perjalanan panjang BXP bukan sekadar catatan bisnis, tetapi proses yang membentuk karakter dan daya tahan.

 

«“Kami lahir dan ada tidak secara instan. Kondisi finansial minus dan dukungan lemah tak membuat keinginan dan tekad kami hancur.”»

 

William mengatakan, perjalanan BXP justru ditempa oleh tekanan, ketidakpastian dan berbagai dinamika yang harus dilewati.

 

«“Melangkah sambil tertekan, ditutupi ketidakpastian, jatuh bangun karena pengkhianatan tak memadamkan semangat, justru makin menyala.”»

 

Menurut CEO BXP Indonesia tersebut, perjalanan waktu bukan alasan untuk berhenti.

 

«“Usia tak mematahkan kami, justru mematangkan kami,” terang William.»

 

Bagi BXP, pengalaman masa lalu bukan beban, melainkan modal untuk memasuki fase baru industri kreatif.

 

Dari Panggung Musik ke Industri Kreatif

 

Jejak BXP bermula dari dunia event, musik, talent dan entertainment.

 

Pada 2002, BXP mengembangkan proyek music tour dan talent development. Salah satu proyek awalnya menghadirkan Ari Lasso sebagai artis utama.

 

BXP juga mulai membina talent modelling, mengembangkan calon talent entertainment, membentuk kru EO profesional dan membangun jaringan produksi event.

 

Pada 2003, lahir Bang Xalle Production dan D&D Communication. Pada periode tersebut, perjalanan BXP juga bersentuhan dengan sejumlah nama besar musik nasional, termasuk Ungu Band dan Peterpan.

 

Tahun 2004 menjadi salah satu fase penting melalui Be Young Care Rock, konsep event yang memadukan musik, fashion dan dance.

 

Pada periode yang sama, Xalle Production (XP) dikembangkan bersama promotor senior Log Zhelebour melalui Festival Rock Indonesia yang menghadirkan sejumlah musisi nasional.

 

Disebut “Dedengkot EO” Asal Sumbar

 

Panjang perjalanan William Nursal Devarco di dunia event organizer mendapat pengakuan dari sejumlah pelaku industri.

 

M. Tahmid, pemilik EMTE Production yang bergerak di bidang EO dan advertising, mengakui William sebagai salah satu figur senior dengan pengalaman panjang dalam dunia event di Sumatera Barat.

 

William bahkan dikenal sebagai “dedengkot EO asal Sumbar”, sebutan yang menggambarkan panjangnya perjalanan dan pengaruhnya dalam ekosistem event dan entertainment.

 

Pengakuan serupa datang dari Jacky Apriandi, pelaku event yang telah malang melintang di berbagai event lokal maupun nasional.

 

Menurut Jacky, William bukan sekadar senior, melainkan sosok yang menjadi rujukan dan tempat belajar bagi generasi pelaku EO setelahnya.

 

«“Beliau itu suhu kami, bukan hanya senior. Beliaulah yang mampu menerobos yang tak mungkin, membuka jalan dan membimbing kami,” ujar Jacky.»

 

Banyak Pelaku EO dan Model Melewati Proses Pembinaan

 

Perjalanan BXP juga bersentuhan dengan pengembangan sumber daya manusia di industri entertainment.

 

Sejumlah pelaku EO, kru produksi, model dan talent disebut pernah melewati proses pembinaan, memperoleh pengalaman atau berkembang melalui ekosistem yang dibangun William Nursal Devarco.

 

Sebagian kemudian melanjutkan perjalanan profesional di bidang event, modelling, entertainment maupun produksi kreatif.

 

Bagi BXP, regenerasi tersebut merupakan bagian penting dari legacy yang dibangun sejak awal.

 

Kini BXP Tak Lagi Sekadar EO

 

Memasuki 2026, BXP Indonesia memperluas positioning dari pengalaman event dan entertainment menjadi creative production house dengan cakupan bisnis yang lebih luas.

 

Delapan lini bisnis utama dikembangkan, yakni:

 

Advertising, meliputi TV commercial, digital advertising, campaign, promotional video dan commercial content.

 

Brand Consultant, mencakup brand strategy, brand identity, rebranding, corporate branding, campaign strategy dan creative direction.

 

Film Maker, meliputi film layar lebar, film pendek, film independen, documentary, web series, video storytelling dan film production.

 

TV Program, mencakup talkshow, magazine show, entertainment program, news/feature, variety show dan program khusus.

 

Video Documentation, untuk kebutuhan corporate, government, event, wedding, community, concert, seminar, conference dan exhibition.

 

Event & Promotion, meliputi event organizer, event production, music event, concert, festival, product launching, gathering, exhibition, promotion dan roadshow.

 

Talent & Artist, mencakup model, artist, host, presenter, MC, influencer, creative talent, talent management dan artist management.

 

Serta Creative Production, yang meliputi photography, videography, content production, creative content, corporate video, digital content dan multimedia production.

 

Memasuki Film dan Televisi

 

Ekspansi BXP ke sektor film dan televisi juga ditopang pengalaman Founder.

 

William Nursal Devarco memiliki pengalaman keterlibatan dalam produksi lima film layar lebar dan dua FTV Trans7.

 

Ia juga pernah menjadi penyusun materi kelas BLK bidang film, pemateri dan pelatih bidang film, serta memiliki pengalaman dalam organisasi perfilman dan entertainment.

 

Pengalaman tersebut menjadi fondasi untuk mengintegrasikan event, media, film, televisi dan digital content dalam satu ekosistem produksi.

 

“Born from Experience. Built for Creation.”

 

BXP Indonesia membawa identitas:

 

BXP INDONESIA

BIG X PROJECT

Creative • Media • Production • Entertainment

 

Dengan brand statement:

 

“Born from Experience. Built for Creation.”

 

Sementara semangat produksinya dirangkum dalam:

 

“From Stage to Screen. From Ideas to Impact.”

 

Pesan tersebut menegaskan arah BXP untuk membawa pengalaman dari panggung musik dan event menuju produksi film, televisi, advertising dan konten digital.

 

26 Tahun, Satu Perjalanan

 

Perjalanan BXP dapat dirangkum dalam sejumlah fase:

 

2000 — Awal perjalanan

2002 — Music Tour & Talent Development

2003 — Bang Xalle Production & D&D Communication

2004 — Be Young Care Rock & Xalle Production

2004–seterusnya — Event, Music, Talent & Entertainment

2026 — BXP Indonesia, Creative • Media • Production • Entertainment

 

Bagi William Nursal Devarco, perjalanan tersebut belum selesai.

 

Setelah melewati berbagai fase, tekanan, keterbatasan dan ketidakpastian, BXP memasuki babak baru dengan pengalaman yang dinilai semakin matang.

 

Pengalaman lebih dari dua dekade kini hendak diterjemahkan menjadi karya, bisnis dan ekosistem kreatif yang lebih luas.

 

Dari panggung ke layar. Dari pengalaman menuju kreasi. Dari Sumatera Barat menuju industri kreatif nasional.

 

BXP INDONESIA — BIG X PROJECT

 

Creative • Media • Production • Entertainment

Born from Experience. Built for Creation.

 

Reporter: Andre Rydas Yuliansrianus

Editor: Dame Tua Fernando Strom

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih