4 Okt 2026 - 7 View
SOLOK — Semangat gotong royong kembali terlihat dalam penanganan pascabencana galodo di Kabupaten Solok. Sekitar 30 pemuda dari Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, turun langsung membersihkan lumpur sekaligus menyelamatkan arsip dan aset pemerintah yang terdampak di kompleks perkantoran Pemkab Solok, Arosuka, Sabtu (3/10/2026).
Para pemuda tersebut tergabung dalam Pemuda Parik Paga Nagari Salayo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Carano dan Tagana Nagari. Mereka memusatkan kegiatan di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok yang masih dipenuhi sisa material lumpur akibat galodo.
Selain mengeruk dan membersihkan lumpur, mereka juga mengangkut sejumlah arsip serta aset kantor yang terdampak. Barang-barang tersebut dipindahkan agar dapat diselamatkan dan ditata kembali setelah kawasan kantor dibersihkan.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi kompleks perkantoran Pemkab Solok yang masih dalam proses pemulihan setelah diterjang galodo.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengapresiasi keterlibatan para pemuda Nagari Salayo yang secara sukarela turun membantu proses pembersihan.
Menurutnya, kebersamaan dan kepedulian masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi dampak bencana, terutama ketika proses pemulihan masih membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut bergotong royong membantu membersihkan kawasan terdampak.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan. Menurutnya, kehadiran masyarakat secara langsung tidak hanya mempercepat proses pembersihan kantor, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada jajaran pemerintah daerah yang masih berupaya memulihkan aktivitas perkantoran.
“Kepedulian dan kebersamaan seperti ini sangat berarti. Bantuan masyarakat ikut meringankan beban dan permasalahan dalam proses pembersihan kompleks perkantoran di Arosuka,” ujar Marcos Sophan.
Kegiatan gotong royong tersebut bukan kali pertama dilakukan kelompok pemuda Salayo. Sebelumnya, mereka juga turun membantu membersihkan kawasan permukiman warga yang terdampak galodo di Arosuka.
Para pemuda bahkan mendirikan Posko Peduli Bencana untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat selama masa penanganan bencana.
Setelah menyelesaikan pembersihan di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, rombongan kemudian melanjutkan kegiatan ke areal Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Solok.
Keterlibatan para pemuda tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dukungan masyarakat melalui gotong royong turut menjadi bagian penting dalam mempercepat pembersihan kawasan dan mengembalikan aktivitas di wilayah terdampak galodo.
Reporter : Adinda
Uploader : Adinda
0
0
0
0
0
0