5 Mar 2021 - 759 View
Karo, RedaksiDaerah.com - Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) belum usai, kini Game Online Higss Domino (Scatter) pun ikut mewabah di sebagian masyarakat Karo. Higss Domino (Scatter) adalah sebuah aplikasi game online yang cara mainnya menggunakann Chip.
Pasaran harga beli chip di Kabupaten Karo dengan kisaran harga Rp.70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah) untuk Chip senilai 1 Billion. Sementara untuk harga jual chip berkisar Rp.60.000,- (enam puluh ribu rupiah) untuk 1 Biliion. Sedangkan untuk mendapatkan chip bisa di temukan dibeberapa counter Handphone yang menjadi agen chip.
Game online ini kini mewabah di berbagai tempat dan berbagai kalangan di Kabupaten Karo. Tidak di kalangan masyarakat umum saja, di kalangan Pegawai Pemerintahan, Pekerja Swasta, Pelajar, Guru di Kabupaten Karo juga sudah mulai mewabah. Terlihat pada saat jam istirahat maupun di jam kerja.
Menurut Doris Mela Br Panggabean warga Berastagi salah satu pemerhati game Scatter, game ini sangat cocok dilakukan untuk mengisi waktu di masa pandemi. Dengan bermain game ini waktu terasa begitu cepat berlalu. Karena di game Scatter tersebut banyak pilihan permainan mulai dari Di Fafafa, Panda, Duo Fu Cai, Naga dan lainnya. Di game tersebut juga di suguhkan hadiah-hadiah menarik sehingga permainan tidak membosankan. Namun haruslah ingat waktu, ujarnya kepada media RedaksiDaerah.com di Gang Serasi, Kelurahan Gundaling 2, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Jum'at (05/03/21).
Banyak saya lihat di berbagai tempat seperti di angkot, warung kopi, tempat nongkrong, kantoran baik Instansi Pemerintahan, maupun swasta serta para pelajar. Sebagian orang sudah mulai tersita waktunya oleh game scatter. Sehingga kecanduan game ini dampaknya bisa di bilang buruk bila tidak bisa mengendalikan diri. Bisa berdampak kerugian di materi dan waktu, lanjut Doris Mela.
Setelah saya perhatikan game online tersebut dapat merusak generasi muda ke depan. Mereka akan menjadi generasi pemalas jika fenomena ini terus dibiarkan. Apalagi tidak sedikit yang kemudian menjurus ke perjudian. Oleh karena itu saya berharap khususnya untuk pelajar dan para pegawai pemerintahan, para guru agar aplikasi game tersebut bisa di razia lah di handphone, baiknya aplikasi tersebut di hapus atau di larang saja. Karena menurut pendapat saya hal tersebut lebih banyak nilai negatifnya. Tanpa kita sadari kita perlahan telah terpenjara di buatnya, tutup Doris Mela.
Reporter : Erianto Perangin Angin
Editor : Lia Hambali
0
0
0
0
0
4