Redaksi Sumut

Sungguh Miris,...!!! Anak Berusia 8 Tahun Diduga Mengalami Penganiayaan dan Kekerasan

19 Des 2020 - 611 View

 

KARO,Redaksidaerah.com

 Aksi kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Desa Aji Julu,Kecamatan  Tiga Panah, Kabupaten Karo, pada Jumat 11 Desember 2020. 

Anak malang itu sepertinya tidak bisa berbuat banyak,ia harus mengalami penyiksaan yang sepertinya tidak pantas dia terima. Bak / tempat penampungan air diperladangan yang sunyi sepi menjadi saksi bisu atas penderitaan dan penyiksaan oleh orang yang menuduh anak malang itu mencuri tanpa bukti nyata.Apalagi lokasi terjadinya penganiayaan itu jauh dari pemukiman warga. Isak tangis, jeritan kesakitan minta tolong anak kecil ini hilang ditelan bumi,tidak ada yang mendengar.

Korban adalah  Teguh Marsilino Barus umur 8 tahun, anak tunggal dari Rosinna Br Sembiring (29) dan suami sudah pergi tidak tahu keberadaannya, mereka hidup sangat sederhana, kerja jadi buruh tani, saat tim wartawan mengunjungi tempat tinggalnya didampingi keluarganya, Jumat ( 17/12/2020) sekira 14.00 Wib. Ibu korban menceritakan awal peristiwa itu terjadi, dengan mencucurkan air mata, bagaimana ibu ini melihat anaknya Teguh (Korban) menangis dan melihat kondisi anak tunggalnya basah kuyup, ada luka lebam dan goresan - goresan di sekujur tubuh anaknya, pada saat kejadian saya berada di ladang karena kerjaan saya sebagai buruh tani, jadi pada hari Jumat itu seperti biasa saya pulang sore, sampai di rumah saya liat kondisi rumah berantakan dan salah seorang warga mengatakan bahwa anak saya  di tuduh mencuri, pergi sana jumpai ,kata warga  itu sambil menunjukakan lokasi anak saya,lalu saya bergegas mendatangi ,dan sudah saya lihat banyak orang ,dan langsung mendekati  anak saya dan dari anak saya lah, tahu apa yang terjadi.

Awalnya "diduga" pelaku yang berinisial RT (34) mengaku kehilangan uang, atas dasar ini ia menuduh bahwa si Teguh  yang menemukannya ,tapi karena tidak mengaku, menurut cerita Teguh kepada ibunya, si pelaku membawa Teguh ke sebuah perladangan dan disanalah terjadi "diduga" di intimidasi dan pemukulan, penyiksaan dan di ceburkan ke dalam bak yang berisi air, ujar korban kepada ibu nya.

Menurut ibu Teguh, anaknya sekarang masih dalam keadaan trauma , dan sering ketakutan dan mengigau , meminta tolong ,sehingga saya pun nggak bisa tidur karena terus terpikir ,sehingga untuk sementara ini saya mengambil kesimpulan untuk menitipkan Teguh dahulu agar tidak tinggal di kampung " ungkapnya.

Kala wartawan Redaksidaerah.com menanyakan apa harapan Ibu Teguh, dia  berharap keadilan untuk  anaknya ,agar aparat betul - betul menegakkan keadilan ,dan melakukan proses hukum sesuai yang berlaku di Negara kita Republik Indonesia dan minta dukungan kepada masayarakat, semoga ini tidak terjadi kepada anak -anak yang lain, cukup anak saya yang mengalaminya " ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Reporter : Erianto Perangin Angin

Editor : Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

4

Marah
sad

8

Sedih