20 Des 2021 - 238 View
Medan, RedaksiDaerah.com - Maraknya judi ketangkasan ikan sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Medan sekitarnya hingga ke Utara Kota Medan ini menuai sorotan dari DPP LSM Tipikor Kriminalitas.
Direktur Eksekutif DPP LSM Tipikor Kriminalitas., A Karim SP mengatakan, maraknya lokasi-lokasi judi ketangkasan meja tembak ikan berbagai merek sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya.
Adapun lokasi-lokasi judi ketangkasan meja tembak ikan sudah menjadi "Lingkaran Setan". Karena disitu, oknum awak media pun diduga banyak terlibat dan melindungi jalannya beroperasi sampai 24 jam.
Jadi disebut A Karim kemungkinan pihak Polrestabes Medan Polres Pelabuhan Belawan dilema. Begitu juga awak media yang diduga menjadi perpanjangan tangan dari pemilik judi meja tembak ikan.
Di Perikanan Gabion Belawan pernah di grebek oleh Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL). Namun beberapa hari buka lagi. Begitu juga di benteng Sungai Labuhan, di grebek POM AL buka lagi, sebut Karim.
"Nah yang lebih seram lagi, itu di Macan Johan di grebek. Selang beberapa hari, buka lagi dan Mol Yang Lim Medan pernah di grebek Polisi. Tapi apa hasilnya, juga buka lagi," jelas Karim kepada media RedaksiDaerah.com, Senin (20/12/21) siang.
Nah, ini dikatakan Karim maraknya lokasi judi Tembak Ikan di Medan dan Medan Bagian Utara sudah diambang batas. Tingkat kejahatan kriminal meningkat, begitu juga peredaran narkoba yang indentik pasti dipakai para pecandu judi, ucap Karim.
Karim berharap kepada Kapolda Sumut., Irjen Pol Panca, untuk berani membuat stament kebawahan sesuai instruksi Kapolri, tidak ada lagi namanya judi di Tanah Air.
Jadi Kapolda Sumut bertindak tegas ke Polres, siapapun yang membeking lokasi judi tembak ikan ditangkap diseret ke meja hijau tak pandang bulu, tegas Karim.
Lanjut Karim, siapapun pemilik meja judi tembak ikan harus di berantas. Jangan pura-pura jadi Robin Hot, membantu sana sini sembako tapi dibelakang kegiatan ilegal membuat jalan mulus.
Apalagi bangsa ini sudah 2 (dua) tahun menderita di serang wabah Covid-19 yang belum berakhir, imbuh Karim.
Adapun asal muasal mesin meja judi tembak ikan tersebut, menurut dugaan Karim mengatakan, dari plaza-plaza, mol-mol yang sempat tutup disebabkan adanya PKKM, papar Karim.
Jadi, alat-alat mesin judi ketangkasan meja tembak ikan tak berpungsi di Plaza tersebut, akhirnya turun ke pemukiman warga, terang Karim sambil mengakhiri.
Reporter : LP Sitinjak
EditorLiaHambali
0
0
0
0
0
0