13 Mar 2021 - 435 View
Karo, RedaksiDaerah.com - Menghadapi kejenuhan di masa Pandemi, banyak masyarakat, terlebih kaum Ibu menghabiskan waktunya menata taman, membeli bunga serta pot-potnya, agar Rumahnya terlihat asri, untuk menyegarkan pikiran dan juga membantu menguatkan Imun tubuh.
Saprius Pelawi (40) anak ke tiga dari tiga bersaudara Warga Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, mengintip peluang ini, karena di masa Pandemi dan saat ini maraknya warga Karo yang demam Bunga Hutan, hingga muncullah inisiatif pemuda ini untuk berkarya di rumahnya.
Beberapa bulan terakhir ini masyarakat Karo memang sempat berduyun-duyun mencari bunga hutan. Tidak di desa saja warga perkotaan pun ikut berhamburan ke hutan yang jarang tersentuh. Pada umumnya memang kaum ibu-ibu. Melihat hal tersebut Pemuda Lajang ini beranjak untuk mencoba menekuni kerajinan membuat pot bunga dari bahan semen dan keramik bekas, katanya saat ditemui media RedaksiDaerah.com di rumahnya di Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (13/03/21) pukul 10.30 WIB.
Saprius mengatakan, "pada saat maraknya kemarin warga mencari Bunga Hutan, disitulah saya terpikir untuk memulai usaha ini. Pekerjaan ini sudah saya geluti selama tiga bulan terakhir. Setiap harinya saya bisa membuat pot bunga 7 - 10 Pot Bunga dengan berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda," ujarnya.
Saprius menambahkan, "karena masih awal-awal dan belum terlalu banyak yang tahu, penjualan saya masih di seputaran warga kampung saja. Kadang ada yang memesan tiga Pot bunga, penjualannya masih belum stabil tapi sampai sekarang pot bunga saya sudah ada terjual sekitar 50 Pot. Hal tersebut membuat saya semakin semangat karena mendapat dukungan dan apresiasi dari warga dan keluarga".
Masih kata Saprius, "Saya berencana kedepannya ingin terus mengembangkan kerajinan ini. Karena saya melihat prosfek kedepan cukup menjanjikan apalagi saat ini bunga hutan sedang viral-viralnya dikalangan masyarakat Karo khususnya. Kita bisa melihat saat ini banyak penjual-penjual bunga hutan di pasar-pasar setiap pelosok kota dan desa, tambah pemuda lajang ini".
Untuk memperluas jaringan, saya juga sudah promosikan ke beberapa sekolah dan desa-desa di seputaran Desa Beganding khususnya di Kecamatan Simpang Empat. Kalau sudah menyebar dan penjualan stabil nantinya saya akan mencoba mencari lahan untuk memperbesar usaha ini. Sehingga nantinya bisa menampung beberapa pekerja bagi pelajar dan warga yang putus sekolah atau pengangguran, tutup Saprius.
Reporter : Erianto Perangin Angin
Editor : Lia Hambali
0
1
0
0
0
0