16 Jul 2022 - 185 View
Padang,RedaksiDaerah.com- Semenjak bencana covid 19 diakhir tahun 2019 mengakibatkan beberapa negara ditempa penurunan ekonomi dikarenakan pembatasan mobilitas secara ketat. Khususnya di Sumbar hingga hari ini masih melakukan pemulihan ekonomi.
Hari ini,Jumat(15/7/22)Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Sumatera Barat (SAPMA PP Sumbar) melaksanakan kegiatan sosial. Kegiatan ini disebut sebagai program rutin yang dilaksanakan berkala.
"Alhamdulillah pada hari ini kami Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Sumatera Barat telah melaksanakan kegiatan berbagi. Kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif rekan juang SAPMA,"ungkap Adrian Mayendra Gulo selaku Ketua SAPMA PP Sumbar.
Akibat dari fase pemulihan ini hampir seluruh masyarakat di Sumbar terdampak penurunan ekonomi secara masiv dan ini berdampak pada peran pemerintah sebagai stabilisasi ekonomi.
"Melihat kondisi per hari ini kami pengurus Wilayah Sapma sumatera barat melakukan aksi bakti sosial dengan membagikan nasi bungkus terhadap mastarakat terdampak pandemi covid 19 ini,"tambah Aidil Permata,Sekretaris SAPMA PP Sumbar .
Adrian menyebut dilaksanakan setiap Jumat.Diadakan di pusat ibu kota provinsi sumatera barat sebagai simbol wilayah sumbar ; yaitu di depan kantor Gubernur Sumatera Barat, di depan Masjid Raya Sumbar serta di jalan khatib Sulaiman Padang tepatnya di Simpang (bioskop_red)Presiden.
Ditambakan juga oleh Fadel Dwi Baskara, selaku koordinator aksi bahwa Sumatera Barat hari ini jauh dari kata kesejahteraan. Dari total nasi bungkus yang diberikan tidak cukup menampung seluruh pemulung dan masyarakat yang tinggal di jalanan di pusat ibu kota provinsi ini.
Pemerintah yang bertugas sebagai stabilitator, alokasi dan distribusi tidak menujukan aksi secara frontal untuk pemulihan ekonomi, dan ini menunjukan kegagalan pemerintah Sumatera Barat sebagai pelaku ekonomi.
"Kami selaku pengurus Sapma PP Meminta pemerintah provinsi untuk lebih serius melihat perkembangan ekonomi masyarakat, inplementasi program pusat dan daerah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat," tutup Adrian.
Sumber : Sapma PP
Editor : Tim Redaksi
0
0
0
0
0
0