11 Sep 2026 - 84 View
PADANG, RedaksiDaerah.com — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, mulai menjadi persoalan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, Relawan Padang Peduli Bencana (RP2B) memilih turun langsung ke lapangan, membagikan masker kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026).
Aksi sosial tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Simpang Traffic Light By Pass Ketaping arah Universitas Andalas (Unand), Kota Padang. Para relawan menyasar pengguna kendaraan, pejalan kaki serta masyarakat yang masih menjalankan aktivitas di kawasan tersebut.
Langkah RP2B menjadi bentuk respons langsung terhadap kondisi masyarakat yang tetap harus beraktivitas meski kualitas udara sedang tidak bersahabat. Masker dibagikan sebagai langkah perlindungan sederhana untuk membantu mengurangi paparan partikel asap yang terhirup.
Di tengah situasi seperti ini, persoalan kabut asap bukan hanya soal jarak pandang atau terganggunya aktivitas masyarakat. Paparan asap juga berkaitan dengan kualitas udara dan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.
Ketua Umum RP2B, Irawanti, menegaskan bahwa aksi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perlindungan di tengah kondisi kabut asap.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat agar terhindar dari paparan asap kebakaran hutan. Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujar Irawanti.
Bagi RP2B, kehadiran relawan di lapangan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung masyarakat. Ketika situasi bencana atau kondisi darurat terjadi, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam membantu warga.
Aksi tersebut juga tidak berdiri sendiri. Di balik gerakan pembagian masker terdapat dukungan para donatur yang memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, mulai dari masker, dana, tenaga hingga pemikiran.
Sekretaris Umum RP2B, Debi Darmayanti Putri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menopang kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan kemanusiaan membutuhkan kolaborasi agar dapat bergerak lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Kami selaku Relawan Padang Peduli Bencana sangat berterima kasih kepada donatur yang sudah membantu dalam kegiatan ini, baik berupa masker, dana, tenaga maupun pikiran. Kami juga mengapresiasi rekan-rekan relawan yang sudah meluangkan waktu untuk kegiatan ini,” kata Debi.
Menurut Debi, kekuatan relawan tidak hanya terletak pada jumlah personel, tetapi juga pada dukungan masyarakat dan berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan. Karena itu, RP2B membuka ruang kolaborasi lebih luas untuk menghadapi berbagai kondisi darurat di tengah masyarakat.
“Kami Relawan Padang Peduli Bencana membutuhkan support dan bantuan dari semua lini untuk melakukan aksi sosial ketika bencana alam menimpa masyarakat,” tegas Debi.
Dukungan tersebut, lanjutnya, dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik perlengkapan, pendanaan, tenaga maupun pemikiran. Setiap dukungan dinilai dapat memperkuat kapasitas relawan ketika harus bergerak cepat di lapangan.
Pembagian masker di tengah kepungan kabut asap menjadi pesan sederhana namun penting: ketika masyarakat menghadapi kondisi yang berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan, kepedulian tidak cukup hanya dibicarakan. Harus ada tindakan nyata di lapangan.
RP2B memastikan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Di tengah berbagai ancaman bencana dan kondisi darurat, para relawan memilih berada di tengah masyarakat—bukan menunggu keadaan membaik, tetapi bergerak ketika warga membutuhkan.
---------
Reporter: Malin Batuah
Editor: Fernando Stroom
Sumber: Liputan
1
0
0
0
0
0