11 Sep 2026 - 13 View
PATI JATENG - RedaksiDaerah. COM Badan Gizi Nasional (BGN) RI menetapkan insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Langkah tersebut diambil untuk memprioritaskan keselamatan para korban sekaligus mengevaluasi penyelenggaraan program MBG di wilayah tersebut.
Wakil Kepala BGN RI, Mayjen TNI Trenggono, turun langsung meninjau kondisi para korban bersama Penjabat (Pj) Bupati Pati.
Ia memastikan para korban yang masih menjalani perawatan berada dalam kondisi yang berangsur membaik.
"Sampai dengan siang hingga sore hari ini, masih ada 59 orang yang dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi yang berangsur pulih. Tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan, dan dalam beberapa waktu ke depan diyakini akan semakin membaik," ujar Trenggono.
Dapur MBG yang melanggar SOP bisa ditutup permanen
Insiden di Pati menjadi perhatian BGN karena sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Muria Raya, termasuk Rembang dan Blora.
BGN menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang terbukti tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP).
"Seperti komitmen BGN, jika ada dapur yang menyiapkan MBG secara tidak baik hingga menyebabkan keracunan, langsung kami suspend (tangguhkan) berat. Jika kondisi dapurnya memang buruk, kami akan suspend permanen," tegas Trenggono.
Menurutnya, sanksi dapat diberikan berdasarkan tingkat pelanggaran.
Penangguhan dapat berlangsung selama 10 hari untuk pelanggaran ringan, sedangkan pelanggaran sedang hingga berat dapat dikenai penangguhan selama 20 hari.
Untuk dapur yang dinilai tidak layak, izin operasional dapat dicabut secara permanen.
Trengono menambahkan BGN akan evaluasi sejumlah 172 sppg di kabupaten pati
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BGN bersama Pemerintah Kabupaten Pati akan melakukan evaluasi terhadap seluruh dapur penyedia MBG.
Sebanyak 172 dapur MBG di Kabupaten Pati dijadwalkan diperiksa pada pekan depan. Pemeriksaan tersebut akan melibatkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Kodim, dan Polres setempat.
Trenggono mengatakan evaluasi akan mencakup kondisi fasilitas serta kemampuan masing-masing dapur dalam memenuhi kebutuhan makanan.
"Kami utamakan masalah penyelamatan nyawa dulu, makanya diputuskan status KLB. Minggu depan, saya akan datang sendiri bersama tim untuk mengecek ulang fasilitas dan kemampuan seluruh dapur di Pati dalam melayani mitra," katanya.
Ia mencontohkan kapasitas dapur sebagai salah satu aspek yang akan diperiksa. Dapur dengan kapasitas terbatas tetapi memaksakan diri melayani ribuan porsi akan menjadi perhatian dalam evaluasi.
"Jika kapasitas dapurnya kecil namun memaksakan diri melayani hingga 3.000 porsi, itu yang akan kami evaluasi ketat," lanjutnya.
Biaya pengobatan dan perawatan korban keracunan ditanggung pemerintah
Di tengah penanganan kasus tersebut, masyarakat dan orang tua siswa diminta tetap tenang.
BGN bersama Pemerintah Kabupaten Pati memastikan biaya pengobatan para korban ditanggung pemerintah.
Trenggono juga mengatakan pemeriksaan terhadap sampel makanan masih berlangsung di laboratorium.
Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bagian penting dalam penelusuran penyebab kejadian.
"Orang tua agar tetap tenang. Kami dari pemerintah hadir untuk mendukung program Bapak Presiden Prabowo guna memastikan semua dapur melayani dengan aman. Saat ini sampel makanan masih diuji di laboratorium, dan hasilnya akan segera kami umumkan," pungkasnya.
Reporter : NUR, HUSEN, FATIKATUN
Sumber : liputan
Editor : TE RDG Jateng
0
0
0
0
0
0