Redaksi Sumut

PT STTC Bantah Terkait Tudingan Segelintir Masyarakat Belawan Bahari Atas Penyerobotan Jalan Warga

9 Feb 2021 - 513 View

Medan, RedaksiDaerah.com - PT Sumatra Tobacco Trading Company (STTC) membantah terkait tudingan segelintir masyarakat Kelurahan Belawan Bahari yang telah menyerobot jalan masyarakat yang berada di Jalan Raya Pelabuhan, Simpang Kampung Salam, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga yang dikoordinir pria berinisial C, datang ke lahan milik PT STTC di Jalan Raya Pelabuhan Simpang Kampung Salam, Belawan Bahari, Belawan Sumatera Utara, Selasa (05/01/21) sekira pukul 11.00 WIB.

Usai unjuk rasa warga, yang dominan masih anak di bawah umur tersebut, diduga ditunggangi mafia tanah. Para pengunjuk rasa merobohkan tembok di bagian timur lahan, yang membuat para pekerja di lokasi tersebut terkejut. Namun para pekerja tak mau meladeni perbuatan C dan warga lainnya.

Penyidik Direktorat Reskrimum Polda Sumatera Utara telah memanggil beberapa saksi, untuk dimintai keterangan terkait pengerusakan pagar milik perusahaan PT STTC tersebut.

Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan mengatakan, penyidik telah memanggil saksi dalam kasus pengrusakan tembok tersebut. Dalam kasus ini, saksi yang sudah dipanggil dan telah dimintai keterangan yakni Lurah Belawan Bahari, Sonang Saing, Selasa (26/01/21).

Selain melakukan pengerusakan terhadap tembok lahan PT STTC, segelintir warga lain malah mengaku-ngaku, akibat akses jalan utama mereka telah diblokir perusahaan tersebut, mereka terpaksa membangun jalan alternatif dengan memanfaatkan limbah kulit kerang dari hasil pencarian masyarakat.

Pantauan media Redaksidaerah.com dilapangan, bahwa pada hari Jum'at (29/01/21), lahan yang disengketakan di Jalan Raya Pelabuhan, Simpang Kampung Salam, Belawan Bahari terlihat lahan tersebut sudah dikelilingi tembok semen setinggi sekitar 2 (dua) meter.

Di sebelah selatan lahan terlihat hanya tanah kosong ratusan meter yang ditumbuhi pohon nipah dan tanahnya berair alias rawa. Di bagian ini juga terdapat Objek Vital Negara, yakni depot milik PT Pertamina.

Jika memperhatikan lokasi lahan yang diakui segelintir warga sudah dihibahkan kepada masyarakat, klaim atau pengakuan tersebut sangat diragukan. Apalagi domisili warga yang mengklaim PT STTC telah menyerobot akses jalan mereka, tinggal sekitar satu kilometer dari lahan tersebut.

Lurah Belawan Bahari, Sonang Saing menjelaskan, tembok di sekeliling lahan yang diklaim telah menutup akses jalan warga dan telah berdiri sejak dirinya menjabat sebagai Lurah di kawasan tersebut sejak 2016 lalu.

“Seingat saya, sejak menjabat sebagai Lurah sejak tahun 2016 lalu di sini (Belawan Bahari), tembok yang mengelilingi lahan milik PT STTC itu sudah ada,” kata Sonang kepada media RedaksiDaerah.com melalui WhatsApp, Rabu (09/02/21).

Dia pun menjelaskan, jalan yang diklaim sebagian kecil warga sebagai jalan masyarakat tidak tepat sama sekali.

Alasannya, kata Sonang, dulunya jalan tersebut digunakan oleh 3 (tiga) perusahaan yang bersebelahan dengan lahan tersebut untuk mengangkut keperluan perusahaan mereka.

Namun awal 2017, jalan tersebut tidak lagi dipakai oleh ketiga perusahaan tersebut sebagai akses keluar masuk, karena lahan tersebut ingin dipakai pemilik tanah, yakni PT STTC.

Sonang juga mengungkapkan, tak ada bangunan berupa pemukiman warga di sekitar lahan tersebut.

“Lahan itu kosong dari bangunan permukiman warga,” kata Sonang.

Kepala Lingkungan (Kepling) XII, Kampung Salam, Belawan Bahari, Rizky Sulistyo Nasution mengatakan, tembok yang mengelilingi lahan milik PT STTC tersebut sudah berdiri lebih dari 15 tahun lalu.

“Seingat ku, tembok itu sudah berdiri lebih dari 15 (lima belas) tahun,” sebut Rizky saat dikonfirmasi oleh media RedaksiDaerah.com melalui WhatsApp.

Sementara itu, Kepling Lingkungan XI, Kampung Salam, Belawan Bahari, Audra Aprilia Pohan mengungkapkan, warga yang melakukan demo dan pengrusakan terhadap tembok lahan milik PT STTC tersebut pada Selasa tanggal 05 Januari 2021 lalu, sebagian besar berasal dari Likungan IX, yang jaraknya cukup jauh dari lokasi lahan tersebut.

 

Reporter  :  Lipson Sitinjak

Editor       :  Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

1

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih