Severity: Warning
Message: unlink(/home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/cache/menu_links_lang1): No such file or directory
Filename: drivers/Cache_file.php
Line Number: 279
Backtrace:
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/helpers/custom_helper.php
Line: 131
Function: get
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/core/Core_Controller.php
Line: 127
Function: get_cached_data
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/controllers/Home_controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
12 Mar 2021 - 279 View
Medan, RedaksiDaerah.com - Tumpukan sampah yang berada di sepanjang Jalan Pelabuhan Raya Belawan (pantai olo) menjadi pandangan yang tak sedap dan menimbulkan aroma bau didepan gerbang PT Pelindo I sebagai operator bergerak yang di bidang jasa kepelabuhan, Jum'at (09/03/21).
Pantauan awak media RedaksDaerah.com dilapangan, bahwa tumpukan sampah organik dan anorganik yang mengeluarkan aroma tak sedap sangat menganggu setiap orang yang melintasi di Jl. Pelabuhan Raya tepatnya gerbang masuk PT Pelindo 1 Divisi Depo Usaha Peti Kemas (Graha).
Amat Keke (43), kesehariannya sebagai pemulung mengatakan, tumpukan sampah tersebut sudah sejak lama berada di lokasi pinggir jalan ini.
“Sudah lama lokasi ini dijadikan tempat pembuangan sampah,” jelas Amat Keke.
Ketika disinggung dari mana asal sampah, pria berperawakan lusuh itu menjawab, sampah ini berasal dari kontainer yang di graha dan sampah dari PT Pelindo I yang sengaja dibuang.
“Sampah ini berasal dari graha dan PT Pelindo I tiap hari petugas kebersihan atau pencuci kontainer membuang sampah disini, ya kadang pagi atau siang,” bebernya.
Pengamat Lingkungan Bahtiar (50) seharusnya pelabuhan belawan yang notabene sebagai Pelabuhan Internasional harus bersih dari sampah.
Disaat media RedaksiDaerah.com mengkonfirmasikan kepada Pewarta Online Indenpenden Indonesia (POIIN) Binsar Simatupang, SH menyampaikan, "akibat dari tumpukan sampah ini, PT Pelindo I tidak layak berkelas International, karena aroma bau sampah dapat menimbulkan penyakit.
PT Pelindo I merupakan perusahaan berskala international yang dipercaya pemerintah untuk mengelola pelabuhan harus cepat mengatasinya.
“Justru hal ini sangat disayangkan padahal kita tahu perusahaan BUMN punya banyak anggaran terlebih namun persoalan sampah bisa tak terjamah,” ujarnya.
Ironisnya, VIP Humas Pelindo 1., Viona Sari Utami terkesan bungkam ketika dikonfirmasi media RedaksiDaerah.com tidak menjawab, baik melalui telepon selular maupun melalui WhatsApp, Jum'at (12/03/21) pukul 13.01 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari pihak VIP Humas Pelindo 1.
Reporter : Lipson Sitinjak
Editor : Lia Hambali
0
0
0
0
0
1