Redaksi Jatim

Pratu Arifson Pilo Here, atlet tinju Sasana Manggala Yonbekang 2 Kostrad

Pratu Arifson Pilo Here, Prajurit Yonbekang 2/MWJ/2 Kostrad yang Menempa Mental Juara di Atas Ring

27 Jun 2026 - 10 View

Pratu Arifson Pilo Here, atlet tinju Sasana Manggala Yonbekang 2 Kostrad

Oleh: Siana

Malang, RedaksiDaerah.com - Di balik ketegasan seorang prajurit, tersimpan semangat pantang menyerah yang terus menyala. Sosok itu terlihat pada Pratu Arifson Pilo Here, prajurit Yonbekang 2/MWJ/2 Kostrad yang tidak hanya mengabdi kepada bangsa melalui tugas kemiliteran, tetapi juga mengharumkan nama satuan melalui prestasi di cabang olahraga tinju.

Pratu Arifson, yang akrab disapa Arif, berasal dari Desa Pedarro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lahir dan besar di daerah kepulauan yang terkenal dengan ketangguhan masyarakatnya, Arif membawa nilai-nilai kerja keras dan semangat juang hingga ke dunia militer dan olahraga.

Perjalanan Arif sebagai prajurit dimulai pada 2022, saat ia resmi bergabung dengan Yonbekang 2/MWJ/2 Kostrad. Namun, jauh sebelum mengenakan seragam loreng, ia telah mengenal dunia tinju sejak 2017 ketika masih menempuh pendidikan di SMK Pelayaran Kupang. "Bagi saya, tinju mengajarkan mental baja. Olahraga ini sangat cocok dengan jiwa seorang prajurit," ungkap Arif, Sabtu (27/6/2026).

Kecintaannya terhadap tinju tumbuh seiring waktu. Bukan sekadar olahraga, tinju menjadi sarana pembentukan karakter dan mental. Di atas ring, ia belajar menghadapi tekanan, mengendalikan emosi, serta membangun keberanian untuk terus melangkah meski berada dalam situasi sulit.

Meski harus menjalani kehidupan sebagai prajurit aktif, Arif mampu menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan latihan. Menurutnya, keduanya justru saling mendukung.

"Puji Tuhan, latihan tidak mengganggu tugas kedinasan karena saya memang fokus berlatih dan terus berlatih," katanya.

Di balik pencapaiannya, Arif mengakui bahwa dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan yang sangat besar. Walaupun terpisah jarak yang jauh dari kampung halaman, doa dan dukungan orang tua selalu menjadi penyemangat dalam setiap langkahnya. "Tentunya dukungan keluarga sangat penuh walaupun jauh," ujarnya.

Perjalanan menjadi atlet berprestasi tentu tidak selalu mudah. Tantangan terbesar yang pernah dihadapi bukanlah lawan di atas ring, melainkan melawan rasa malas dalam diri sendiri. Karena itu, konsistensi menjadi kunci utama yang terus dipegangnya.

Prinsip hidup yang selalu ia tanamkan sederhana namun kuat: "Capek boleh, menyerah jangan."

Berkat disiplin dan kerja keras yang konsisten, Arif berhasil menorehkan berbagai prestasi. Sejak mengikuti berbagai kejuaraan di Jawa Timur pada periode 2022 hingga 2024, ia berkali-kali berhasil naik ke podium tertinggi. Prestasi tersebut mengantarkannya mendapat kesempatan mengikuti seleksi Pra-PON 2024.

Keberhasilan meraih Juara 1 kelas 51 kilogram dalam sejumlah kejuaraan menjadi momen yang sangat berkesan baginya. "Tentunya saya terharu. Semua itu hasil dari pengorbanan latihan dan doa orang tua yang selalu mendukung," tuturnya.

Dari sekian banyak pertandingan yang pernah dijalani, Porprov Jombang 2023 menjadi pengalaman yang paling membekas. Saat itu terjadi peristiwa yang sangat tidak menyenangkan, yaitu adanya petinju yang meninggal dunia setelah pertandingan. Peristiwa tersebut menjadi pengingat betapa olahraga tinju membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan tanggung jawab yang besar.

Sementara itu, lawan terberat yang pernah dihadapinya adalah petinju asal Bali saat ajang Pra-PON NTT. Menghadapi berbagai karakter lawan, Arif selalu mengandalkan kemampuan beradaptasi.

"Kalau lawan agresif saya bermain counter. Kalau lawan lebih teknis, saya bermain menekan. Yang penting harus cepat beradaptasi," jelasnya.

Menjelang pertandingan, tekanan dan ketegangan tentu tidak dapat dihindari. Namun Arif memiliki cara sederhana untuk mengatasinya. "Saya tarik napas, lalu mengingat bahwa latihan yang saya jalani jauh lebih berat daripada pertandingan yang akan saya hadapi."

Dari dunia tinju, Arif memperoleh pelajaran hidup yang sangat berharga. Baginya, kekalahan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. "Lebih baik kalah di atas ring daripada kalah sebelum bertanding."

Sebagai seorang prajurit, Arif meyakini bahwa nilai-nilai keprajuritan memiliki peran besar dalam membentuk dirinya menjadi atlet berprestasi. Disiplin, loyalitas, dan militansi menjadi fondasi utama yang membawanya meraih berbagai pencapaian.

"Disiplin itu sangat penting. Disiplin waktu dan disiplin latihan adalah kunci untuk menjadi atlet berprestasi," tegasnya.

Menurut Arif, olahraga tinju juga memberikan manfaat besar bagi seorang prajurit karena mampu membentuk mental tempur dan kemampuan mengambil keputusan dengan tenang di bawah tekanan.

Dalam perjalanan kariernya, ia tidak pernah melupakan peran para pelatih dan rekan satu tim. "Pelatih itu otak, rekan tim itu bensin. Kita tidak bisa berjalan sendiri tanpa tim," katanya.

Ke depan, Arif memiliki motivasi besar untuk terus berprestasi demi membanggakan satuan dan keluarga di kampung halaman. Sosok petinju nasional yang menjadi inspirasinya adalah Daud Yordan, petinju Indonesia yang dikenal karena kerja keras dan prestasinya di tingkat internasional.

Dalam waktu dekat, Arif menargetkan tampil maksimal pada ajang Porprov Jawa Tengah. Namun di atas semua target tersebut, masih ada satu mimpi besar yang terus ia perjuangkan.

Dengan karakter yang ia gambarkan dalam tiga kata disiplin, militan, dan juara. Pratu Arifson Pilo Here terus membuktikan bahwa, seorang prajurit tidak hanya dituntut tangguh di medan tugas, tetapi juga mampu berprestasi dan menginspirasi di arena olahraga. Semangat pantang menyerah yang ia miliki menjadi cerminan bahwa mimpi besar hanya dapat diraih oleh mereka yang berani berjuang tanpa henti.

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih