3 Des 2025 - 267 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Setelah tujuh hari pencarian tanpa henti, korban tanah longsor di Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, akhirnya ditemukan. Muhammad Rusdi (57), yang tertimbun material longsor sejak sepekan lalu, ditemukan tim gabungan TNI–Polri, Basarnas, dan relawan masyarakat pada Rabu pagi, 3 Desember 2025. Korban ditemukan sekitar 15 meter dari titik longsor dengan kedalaman kurang lebih tiga meter, dalam kondisi meninggal dunia.
Pagi ini, kawasan Batipuh Baruah kembali dipenuhi suasana haru. Sejak subuh, puluhan personel gabungan kembali menyisir lokasi dengan peralatan berat dan manual, menembus tanah yang masih labil. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil ketika tim menemukan tanda-tanda keberadaan korban di bawah timbunan tanah yang menutup lembah sempit di jorong tersebut.
Pencarian selama tujuh hari itu bukan pekerjaan mudah. Cuaca yang berubah-ubah, kontur tanah yang rawan bergerak, serta keterbatasan ruang gerak di lokasi menjadi tantangan berat. Namun tekad tim gabungan dan relawan masyarakat Nagari Batipuh Baruah tidak surut. Mereka bekerja bergantian siang dan malam, memastikan tidak ada titik yang terlewat.
Setelah dievakuasi, jenazah Muhammad Rusdi langsung dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk pemeriksaan medis lanjutan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Proses evakuasi berlangsung cepat demi menjaga kondisi jenazah, sekaligus memberikan kepastian yang sudah lama ditunggu keluarga korban.
Kapolsek Batipuh, Iptu Farid Fauzan, S.Kom, saat ditemui awak media, mengatakan bahwa proses pencarian berjalan dengan penuh kehati-hatian. “Kondisi medan sangat sulit, tapi tim tidak pernah berhenti. Fokus kami hanya satu: menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga. Alhamdulillah hari ini upaya itu berhasil,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa wilayah Batipuh dan sekitarnya kini tetap dalam pemantauan ketat mengingat potensi longsor susulan masih terbuka akibat kondisi tanah yang masih jenuh air. Aparat terus mengimbau masyarakat waspada dan segera melapor jika melihat retakan baru atau pergerakan tanah.
Sementara itu, Wali Nagari Batipuh Baruah, Mulyadi BJ, mengaku lega sekaligus berduka atas ditemukannya korban. “Ini hari yang berat bagi keluarga dan bagi kami di nagari. Namun setidaknya, keluarga kini sudah mendapatkan kepastian setelah menunggu dengan harap cemas selama tujuh hari,” katanya.
Mulyadi BJ juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh tim yang bekerja keras. “Atas nama pemerintah nagari dan masyarakat Batipuh Baruah, saya menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada TNI–Polri, Basarnas, dan para relawan yang tidak pernah menyerah. Kerja mereka luar biasa. Mereka membuktikan bahwa solidaritas itu nyata, terutama di saat-saat sulit seperti ini,” ujarnya tegas.
----
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0