12 Feb 2021 - 199 View
Karo, RedaksiDaerah.com - Pemerintah Kabupaten Karo tak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat agar tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) dan pakai masker jika melakukan kegiatan diluar rumah dan tetap menjauhi kerumunan untuk memutus mata rantai Virus Corona (Covid-19).
Bahkan hari ini, TNI Polri , Dinas Kesehatan gelar razia yustisi di Pos Daulu Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, tak jarang terlihat petugas TNI Polri menegur dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap mengikuti prokes jika mau masuk ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jum'at (12/02/21).
Tapi sepertinya apa yang dilakukan petugas dari Kodim 0205/TK dan Polres Tanah Karo akan sia-sia jika tidak saling bekerja sama untuk memutus mata rantai Covid-19 ini. Pasalnya masih ada warga yang tidak menerapkan prokes dan pakai masker, seakan akan Covid-19 ini tidak ada lagi.
Contoh kecilnya saja, ada salah satu kegiatan Puskesmas Dolatrayat Kabupaten Karo yang sedang melaksanakan Posyandu di Kantor Kepala Desa Melas, Kecamatan Dolatrayat, terlihat di dalam gambar tersebut ada foto anak-anak yang tidak memakai masker dan terlihat juga petugas Puskesmas Dolatrayat tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) Yang lengkap dan seakan-akan mereka rentan terkenannya dengan Covid-19.
Padahal seharusnya merekalah sebagai salah satu contoh untuk memperlihatkan kepada masyarakat agar tetap mengikuti prokes jika melakukan kegiatan di luar rumah, tapi kenyataannya tidak sesuai apa yang di sampaikan Bupati Karo kepada Stagholder agar memutus mata rantai Covid-19 seharusnya bekerja sama baru bisa.
Tapi Pemerintah Kecamatan Dolatrayat kususnya petugas Puskesmas tidak menjalankan apa yang disampaikan Bupati Karo tersebut dan bahkan angin lalu saja bagi Pemerintah Kecamatan Dolatrayat saja apa yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Karo ini.
Ketika di konfirmasi wartawan kepada Kepala Puskesmas Kecamatan Dolatrayat dr Eva Julietta terkait kerumunan dan tidak memakai masker tersebut mengatakan, terima kasih atas informasinya.
Ini lagi saya atur, supaya tidak berkerumun, keliatan di foto berdekatan, tapi dilapangan sudah sangat berjarak. Padahal sudah saya ingatkan kepada ibu-ibunya agar memakaikan masker kepada anak-anaknya, ujar dr., Eva.
Ketika media RedaksiDaerah.com menanyakan, apakah lebih penting kegiatan Posyandu dari penanganan Covid-19 atau untuk apa dilakukan kegiatan Posyandu jika tak mengikuti prokes.
Kapus tersebut menjawab, "kalau kegiatan Posyandu wajib dilaksanakan, karena ada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Cuma prokesnya dijaga sekali. Sementara terlihat di foto tersebut ada beberapa anak-anak yang tidak memakai masker.
Dan kembali media RedaksiDaerah.com mempertanyakan, kalau Perbup tentang Penanganan Covid-19 tidak ada ya dan kalau memang ada kegiatan Posyandu, berapakah anggaran kegiatan Posyandu di wilayah Puskesmas Kecamatan Dolatrayat dan berapakah anggaran untuk penanganan Covid-19 wilayah kerjanya. Akhirnya Kapus tersebut terdiam dan tak membalas WhatsApp dari media RedaksiDaerah.com.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Sabrina Sembiring ketika di konfirmasi wartawan mana lebih penting kegiatan posyandu dari pada penanganan Covid-19.
drg Irna Sabrina Sembiring mengatakan, dengan tegas, bukan lebih penting kegiatan Posyandu dari pada prokes. Kegiatan apa pun itu, untuk saat ini lebih penting penanganan Covid-19 dari pada kegiatan lainya, ok terima kasih atas informasinya.
"Saya akan langsung tegur Kepala Puskesmas Kecamatan Dolatrayat," ucap Kadis Kesehatan Kabupaten Karo drg Irna Sabrina Sembiring tegas.
Reporter : Erianto Perangin Angin
Editor : Lia Hambali
0
0
0
0
0
0