24 Mar 2021 - 700 View
Karo, RedaksiDaerah.com - Permasalahan penanganan pengungsi korban erupsi gunung sinabung hingga saat ini masih menyisakan sejumlah persoalan yang belum juga tertuntaskan.
Khususnya bagi pengungsi relokasi tahap lll yang diperuntukkan kepada warga asal 3 desa seperti, Desa Mardingding, Desa Sukanalu, Desa Sigarang garang dan 1 (satu) Dusun Lau kawar.
Atas rasa keprihatinan Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) yang bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Karo dan di tangani langsung oleh BPBD Kabupaten Karo menetapkan program relokasi tahap lll di kawasan siosar. Sesuai teknisnya kepada masayarkat asal tiga desa dan satu dusun tersebut berhak memperoleh bantuan 1 (satu) unit rumah dan lahan pertanian.
Namun hingga saat ini, bantuan rumah dan lahan pertanian bagi warga terdampak masih belum sesuai harapan. Pasalnya, lahan pertanian yang telah dijanjikan sebelumnya masih menuai sejumlah persoalan terkait legalitas lahan yang telah ditentukan oleh BPBD Karo. Didapat informasi bahwa lahan usaha tani (LUT) tersebut diklaim warga Desa Pertibi yamg mengaku bahwa lahan tersebut adalah tanah ulayat milik mereka, sehingga saat ini proses kegiatan pembersihan lahan/cabut tungkul masih belum juga terlaksana.
Tak hanya persoalan lahan pertanian bagi para warga terdampak, terkait bangunan perumahan warga yang telah diserah terimakan oleh BPBD Karo kepada perwakilan Pemerintahan Desa, telah dilakukan serah terima kunci perumahan kepada para warga yang terdata.
Proses serah terima kunci rumah juga terkesan dipaksakan tanpa ada dihadiri oleh pemkab karo dan unsur pejabat lainnya yang mendampingi ataupun yang diundang.
Mengenai kondisi bangunan perumahan yang diperuntukkan bagi warga juga dituding masih minim fasilitas dan jauh dari kata layak huni. Seperti yang diungkap beberapa warga asal desa sigarang garang kepada awak media saat di temui di lahan perumahan milik warga Desa Sigarang garang di kawasan Siosar, Selasa (23/03/21).
Menurut penuturan warga pengungsi yang terdampak erupsi gunung sinabung meminta agar namanya tidak dituliskan di pemberitaan ini.
"Sudah berkisar dua bulan kami menerima kunci rumah dari pihak BPBD karo yang diserahkan ke pemerintah desa, namun kondisi bangunan rumah ini sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak huni," ujar warga kesal.
Dirinya menambahkan, "coba abang lihat dinding bagian dalam nya pun tidak dicor hanya batu bata yang tampak bekas di cat. Suplay air bersih sampai sekarang belum ada, padahal meteran air dan istalasi pipa dan kran air sudah terpasang. Bangunan kamar mandi kami tidak ada bak penampungan air dan skatnya tidak kandas sampai keatas dan masih terbuka berkisar 30cm dan yang lebih disayangkan lagi bentuk dalamnya seperti kotak sabun tanpa ada skat kamar. Apa begini bangunan yang dimaksud sudah layak untuk dihuni?? Maaf cakapnya, kalau kami mau melakukan kebutuhan biologis apa pantas seperti ini??", ungkapnya.
"Profesi kami 80 persen menggantungkan hidup dari sektor pertanian dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, tapi lahan pertanian yang telah dijanjikan sebelumnya belum juga ada kepastian sampai kapan kami harus menunggu hasil sengketa," ujarnya.
Bagaimana kami mau menyambung hidup di Siosar ini tanpa ada lahan untuk bercocok tanam mencukupi kebutuhan kesehariaan dan kebutuhan sekolah anak kami bang..??
Sementara bantuan sewa lahan dan rumah yang selama ini kami terima pertahun, tempo hari hanya 3 (tiga) bulan yang direalisasikan, tanpa ada alasan kenapa tidak dicairkan penuh setahun. Kalau kondisi seperti ini dalam waktu dekat terkait hal ini kami akan datangi Ketua DPRD Kabupaten Karo untuk agenda RDP untuk mencari solusi tentang nasib kami", beber beberapa warga.
Sementara disampaikan ke Plt Kalak BPBD Karo Natanael Perangin angin melalui pesan singkat WhatsApp.
"Rumah yang sudah kita serahkan kepada warga relokasi tahap 3 melalui masing masing Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Kecamatan sebelumnya telah kita ajak Pemerintahan Desa dan perwakilan untuk melihat dan mendatanya, bila ada hal hal yang dianggap perlu perbaikan akan diperbaiki, kami tetap berkoordinasi dengan Pemerintahan Desa", ujarnya.
Natanail menambahkan, "khusus untuk pengadaan lahan pertanian saat ini kita sudah memulai pelaksanannya di lapangan, terkait permasalahan dengan warga sekitar yang mengklaim lahan tersebut adalah milik mereka sementara sudah kita selesaikan dengan dialog dan sosialisasi dan membawa permasalahan tersebut ke Pemerintah atasan untuk mendapat ketegasan," pungkasnya.
"Buat suplay air juga saat ini sedang kita perbaiki bang, karena kemarin saat dilakukan kegiatan pembangunan perumahan ada kerusakan di beberapa titik pipa diduga karna terkena alat berat dan begitu juga di bak penampungan. Kalau kamarnya memang tidak ada, karena rumah tersebut konsepnya adalah rumah tumbuh dan dikerjakan sudah sesuai dengan yang ada pada denah dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat oleh konsultan perencana sebelumnya", tutup Plt Kalak BPBD Kabupaten Karo ini.
Reporter : Erianto Perangin Angin
Editor : Lia Hambali
0
0
1
0
1
0