31 Mar 2021 - 480 View
Karo, RedaksiDaerah.com - Insiden yang mengejutkan kembali terjadi di Indonesia, di saat Jemaat ingin melakukan Ibadah, terjadi bom bunuh diri di sebuah Gereja Katedral, Makassar pada hari Minggu (28/03/2021), adanya kuasa Tuhan melalui penjaga Gereja menahan yang diduga pelaku, sehingga apa yang tak diinginkan tidak terjadi seutuhnya.
Hal ini membuat seorang Relawan Anak Bangsa Batu Gurukinayan merasa heran dan mengecam keras, disaat banyak orang yang sudah pernah melakukan kesalahan, sudah melakukan kejahatan ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik, ini kok orang mau melakukan kejahatan yang belum tentu dirinya berlatar belakang jahat," ujar Gurki kepada media RedaksiDaerah.com di Pusat Rehabilitasi Narkoba Anak Bangsa Jalan Jamin Ginting Mo 81 Desa Ketaren (Exs Flora), Kabupaten Karo Sumatera Utara, Rabu (31/03/21).
Masih kata Gurki, kami yang susah payah untuk menghindar dari stigma negatif, berusaha melakukan hal-hal yang positif, kok ada pula ajaran melakukan bunuh diri serta membunuh orang masuk surga, ajaran siapa itu? Turun dari mana? Apa beda Tuhan mereka sama Tuhan Kita.
Masih kata Relawan Anak Bangsa ini, mari sama-sama kita introfeksi diri, jangan kita kaitkan ke Agama, karena setahu saya, Agama mengajarkan kebaikan, penyayang, kepedulian. Jadi ini adalah pekerjaan dan ajaran sesat yang dilakukan oknum-oknum tertentu yang punya maksud jahat, dan mungkin juga punya kepentingan, sehingga mendoktrin orang-orang yang masih polos dengan ajaran sesat.
"Tuhan tidak akan tinggal diam, mari sama-sama kita bersatu melawan, sama-sama memperhatikan sekeliling kita, dan sama-sama mempererat tali persaudaraan, agar semua bisa kita atasi bersama-sama," tutup Batu Gurukinayan sambil meminum teh susunya.
Reporter : Erianto Perangin Angin
Editor : Lia Hambali
0
1
1
1
0
1