Redaksi Sumbar

Lapas Kelas II A Padang Akan Bangun Shalter

29 Mar 2021 - 168 View

Padang, RedaksiDaerah.com - Letaknya yang berada hanya 30 M dari bibir pantai dan menghadap langsung ke arah Samudra Hindia serta berada di dekat patahan Mega Thrust Mentawai yang berpotensi tinggi akan gempa besar diatas 9 Skala Richter, membuat wacana relokasi gedung Lapas Kelas IIA Padang perlu segera ditindaklanjuti.

Menidaklanjuti hal ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang mendapat kunjungan dari Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang yang dipimpin oleh Hendry selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

Kunjungan ini berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat perihal wacana relokasi Lapas Kelas IIA Padang. Kunjungan tim disambut baik oleh Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIA Padang., Rusdi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Kelas IIA Padang., Novri Abbas, Kepala Satuan Pengamanan Lapas., Bagus Dwi Siswandono dan Operator Barang Milik Negara., Egy Pratama Putra yang turut mendampingi tim melakukan peninjauan lokasi bangunan, Senin (29/03/21).

Kunjungan tim BPBD Kota Padang ke Lapas Kelas IIA Padang adalah juga untuk mengkaji potensi dampak bencana tehadap posisi bangunan lapas. Menelaah terhadap aspek bangunan ditinjau dari tinggi dan kekuatan bangunan, serta rencana pelatihan mitigasi bencana bagi pegawai dan WBP. Seluruh tim diajak mengelilingi lingkungan Lapas Kelas IIA Padang guna melihat kondisi dan kelayakan bangunan.

Kepala Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Padang., Henry menyatakan, bahwa relokasi merupakan jalan terbaik bagi Lapas Kelas IIA Padang.

”Setelah melihat kondisi bangunan Lapas Kelas IIA Padang, langkah terbaik memanglah relokasi dikarenakan kondisi bangunan lapas dengan jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang  hampir 1000 orang memang tidak layak untuk berada di tempat rawan resiko tsunami,” ungkap Henry.

Bangunan Lapas Kelas IIA Padang saat ini merupakan bangunan warisan leluhur yang sudah tua.

“Melihat kondisi bangunan saat ini dan potensi bencana yang dihadapi, memang besar harapan kami untuk relokasi gedung Lapas Kelas IIA Padang demi keselamatan hampir 1000 orang warga binaan beserta petugas pemasyarakatan,” pungkas Kasubag TU., Novri Abbas. 

Kepala Satuan Pengamanan Lapas, Bagus Dwi Siswandono menuturkan bahwa sejak tahun 2005 pasca gempa dan Tsunami Aceh, Lapas sudah mempunyai protap terkait prosedur evakuasi seandainya terjadi gempa dengan ancaman stunami, protap yang kita bikin sudah menjadi acuan dan di telaah oleh Kementrian menjadi standar baku bagi lapas-lapas yang ada di pinggir pantai.

Meskipun telah memiliki protap terkait prosedur evakuasi, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIA Padang Rusdi menyatakan., bahwa kondisi bangunan Lapas Kelas IIA Padang yang sangat dekat dengan bibir pantai sangat sulit untuk menjangkau daerah untuk evakuasi jika terjadi bencana seperti Tsunami.

“Daerah evakuasi terdekat adalah daerah gunung padang yang berjarak sekitar 45 menit jika berjalan kaki dan itupun harus melewati jembatan terlebih dahulu,” ungkap Rusdi.

Menanggapi hal ini, Henry menyatakan pihak BPBD Kota Padang akan mencoba menyurati PNPB pusat terkait anggaran tanggap darurat guna membangun blok hunian sekaligus berfungsi sebagai shalter di Lapas Kelas IIA Padang.

“Pembangunan shalter di Lapas Kelas IIA Padang merupakan kebutuhan yang harus ada karena ini menyangkut nyawa lebih kurang seribu orang WBP dan petugas lapas,” tegas Henry.

“Ditempat yang berbeda, Kepala Lapas Kelas IIA Padang., Era Wiharto menyatakan, bahwa Lapas Kelas IIA sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh Tim dari BPBD Kota Padang.

“Telah yang dilakukan oleh Tim BPBD Kota Padang terhadap bangunan Lapas Kelas IIA Padang sangat penting artinya guna pembangunan Lapas kedepannya,” ungkap Kalapas Era Wiharto.

 

Reporter  :  Koko Rakasiwi

Editor       :  Hendra Putra

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

1

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih