28 Mar 2026 - 10 View
Malang, RedaksiDaerah.com - Dunia olahraga karate kembali menunjukkan geliat positif melalui semangat dua atlet muda berbakat, Amalia Safi Rizkiadika dan Azkadina Aqilla Aulia. Meski berasal dari perguruan berbeda dan memiliki rentang usia yang cukup jauh, keduanya dipersatukan oleh tekad kuat dalam menekuni olahraga bela diri karate.
Amalia Safi Rizkiadika, atlet dari INKAI yang kini duduk di kelas 9 SMPN 1 Pandaan, tampil sebagai sosok remaja penuh dedikasi. Sementara itu, Azkadina Aqilla Aulia dari SHOKAIDO, masih duduk di bangku kelas 2 SDN Jogosari 1 Pandaan, menunjukkan semangat luar biasa di usia yang sangat muda.
Ketertarikan keduanya terhadap karate telah tumbuh sejak dini, tepatnya sejak mereka duduk di kelas 1 sekolah dasar. Karate dipilih bukan sekadar sebagai olahraga, melainkan juga sebagai sarana pembentukan karakter dan bekal pertahanan diri. Peran keluarga, khususnya sosok ayah, menjadi faktor penting dalam mengenalkan sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan mereka di dunia karate.
Amalia Safi Rizkiadika mengungkapkan bahwa, pengalaman mengikuti latihan hingga berbagai kejuaraan menjadi proses berharga dalam perjalanannya. Beragam dinamika pertandingan, mulai dari kemenangan hingga kekalahan, justru menjadi motivasi untuk terus berkembang. Prestasi yang diraih, baik dalam kategori beregu maupun perorangan, menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus pemicu semangat untuk terus berlatih.
Meski telah beberapa kali meraih podium juara, rasa gugup tetap dirasakan, terutama saat pertama kali berdiri di atas podium. Namun, melalui latihan yang konsisten dan bimbingan pelatih, mereka perlahan mampu mengatasi hal tersebut. "Dukungan dari para pelatih seperti Sensai Tomi, Sensai Aris, dan Sensai Yani menjadi sumber inspirasi penting dalam perjalanan saya dalam olahraga karate," ungkap Amel sapaan akrabnya dalam podcast yang digelar di l Malang Creative Center (MCC) Lt. 2 Kota Malang, pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Dalam keseharian, Amel dan Aqilla juga menunjukkan kemampuan manajemen waktu yang baik. Mereka tetap fokus menjalani kewajiban sebagai pelajar, sekaligus rutin berlatih pada malam hari sekitar pukul 18.00 WIB. Dukungan dari teman-teman di sekolah yang mengetahui kiprah mereka sebagai atlet turut menjadi penyemangat tambahan.
Perjalanan mereka tentu tidak selalu mudah. Rasa lelah dan keinginan untuk menyerah pernah muncul. Namun, tekad untuk membanggakan keluarga membuat keduanya mampu bertahan dan terus berlatih lebih keras. Dari karate, mereka belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan pantang menyerah.
Ke depan, Amalia dan Aqilla memiliki mimpi besar untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional, seperti Pekan Olahraga Nasional dan SEA Games. Selain itu, mereka juga memiliki cita-cita mulia di bidang pendidikan, salah satunya ingin menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD).
Dukungan keluarga, terutama dari orang tua seperti Dody Nurmawan, menjadi fondasi utama dalam perjalanan mereka. Peran orang tua yang senantiasa hadir memberikan motivasi menjadi kekuatan besar bagi kedua atlet muda ini.
Di akhir podcast, Amel dan Aqilla berpesan kepada teman-teman seusianya untuk tidak takut bermimpi dan terus berlatih dengan penuh semangat. Mereka percaya, dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan yang tepat, setiap mimpi dapat diwujudkan.
Reporter: Ana
Editor: RD TE Jatim
0
0
0
0
0
0