Redaksi Sumbar

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Zigo Rolanda, memberikan sambutan dalam Musda ke-XI Golkar Tanah Datar, menekankan pentingnya kesolidan dan regenerasi di tubuh partai.

Musda ke-XI Golkar Tanah Datar Resmi Dibuka, Khairunas Tegaskan Pentingnya Soliditas Partai

27 Okt 2025 - 94 View

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Zigo Rolanda, memberikan sambutan dalam Musda ke-XI Golkar Tanah Datar, menekankan pentingnya kesolidan dan regenerasi di tubuh partai.

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Suasana politik Partai Golkar Tanah Datar kembali bergelora. Senin (27/10/2025), Hotel Emersia Batusangkar menjadi arena penting bagi para kader beringin dalam perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI. Agenda ini tak hanya formalitas lima tahunan, tapi juga menjadi ajang uji kekuatan dan arah baru bagi partai tua yang masih berambisi tetap relevan di panggung politik Tanah Datar.

 

Musda ke-XI ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat, H. Khairunas, yang datang dengan pesan tegas dari DPP: Golkar harus siap dengan mesin politik yang segar dan solid untuk menghadapi kontestasi besar 2029. “Kita tidak punya waktu untuk saling menunggu. Golkar harus menjadi pelopor, bukan pengikut,” ujarnya, disambut tepuk tangan para kader yang memenuhi ruang pertemuan.

 

Instruksi dari DPP Partai Golkar tersebut menjadi penegasan bahwa konsolidasi di tingkat daerah bukan sekadar formalitas organisasi. Dalam konteks politik Sumatera Barat, Tanah Datar punya posisi strategis—baik karena potensi kadernya maupun tradisi politiknya yang dinamis dan kritis. Musda kali ini diharapkan menjadi penentu arah baru Golkar dalam membaca peta kekuatan lokal.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Zigo Rolanda, Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M., Ketua DPD Golkar Tanah Datar Anton Yondra, serta sejumlah tokoh senior partai dan anggota DPRD provinsi maupun kabupaten. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa Golkar masih memiliki magnet politik yang tak bisa diremehkan di Luhak Nan Tuo.

 

Dalam sambutannya, Khairunas memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana dan seluruh kader yang tetap menjaga semangat beringin di tengah situasi politik yang penuh persaingan. Ia menilai, loyalitas dan soliditas kader di daerah menjadi kunci eksistensi partai yang telah puluhan tahun menancapkan akarnya di Tanah Datar.

 

Namun, Khairunas juga tak menutup mata terhadap tantangan yang menghadang. Ia menegaskan bahwa politik ke depan akan jauh lebih keras dan kompetitif, terutama dengan munculnya partai-partai baru yang agresif dan memanfaatkan media digital. “Hanya partai dengan kepemimpinan kuat dan kader yang berintegritas yang bisa bertahan,” tegasnya dengan nada menekan.

 

Sementara itu, Zigo Rolanda, yang juga hadir memberi arahan, menyebut bahwa Musda ke-XI harus menjadi momentum memperkuat barisan dan memperbaiki strategi politik partai di tingkat akar rumput. “Golkar bukan partai nostalgia, tapi partai kerja. Kita harus turun ke masyarakat, bukan hanya bicara di forum,” ujarnya tajam.

 

Zigo juga mengingatkan agar hasil Musda tidak menjadi sumber perpecahan. Ia mendorong agar kompetisi dalam pemilihan ketua nanti berjalan sehat dan berlandaskan semangat kekeluargaan. “Yang kalah harus siap mendukung yang menang, karena yang kita perjuangkan bukan kursi, tapi kejayaan Golkar di Tanah Datar,” katanya.

 

Sinyal pergeseran kekuatan internal tampak terasa dalam dinamika menjelang pemilihan ketua. Beberapa nama disebut-sebut siap maju, baik dari kalangan senior maupun generasi muda. Namun hingga Musda dibuka, suasana masih terjaga kondusif—walau bisik-bisik lobi politik tampak mulai ramai di sudut-sudut ruangan.

 

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, yang turut hadir sebagai tamu kehormatan, menyampaikan harapan agar Golkar terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menyebut, peran partai politik tak hanya soal kekuasaan, tapi juga tentang kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kritik boleh, oposisi sah-sah saja, tapi pembangunan harus tetap berjalan,” pesannya diplomatis.

 

Musda ini juga menjadi ajang refleksi bagi Golkar Tanah Datar untuk menilai kinerja kepengurusan sebelumnya di bawah Anton Yondra. Sejumlah peserta mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, mulai dari penguatan struktur di tingkat nagari hingga regenerasi kader yang belum merata.

 

Menjelang malam, suasana Musda kian menghangat. Isu arah dukungan dan komposisi pengurus baru terus bergulir. Namun satu hal yang pasti, Musda ke-XI ini menegaskan bahwa Golkar Tanah Datar belum habis—masih hidup, masih berdebat, dan masih bernafsu menjadi kekuatan utama di arena politik daerah.

----

Reporter: Fernando Stroom 

Editor: RD TE Sumbar 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih