Severity: Warning
Message: unlink(/home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/cache/pages_lang1): No such file or directory
Filename: drivers/Cache_file.php
Line Number: 279
Backtrace:
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/helpers/custom_helper.php
Line: 131
Function: get
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/core/Core_Controller.php
Line: 121
Function: get_cached_data
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/controllers/Home_controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
2 Okt 2022 - 222 View
Karo,RedaksiDaerah.com- Tidak mendapat kenyamanan dirumah atau keluarga berantakan dan pingin terlihat lain dari orang lain sering menjadi pemicu melakukan kenakalan remaja, mulai dari merokok dan ada yang lebih rentan lagi mengkosumsi narkoba maupun mengkosumsi lem dengan cara menghirupnya.
Prihatin dengan hal ini Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Karo melakukan pedampingan kepada anak anak yang sudah kedapatan dan mengakui pernah mekosumsi lem secara menghirupnya,pedampingan ini dilakukan dengan kerja sama dengan Yayasan Anak Bangsa Sumatera Utara (YABSU) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo.
Mewakili Komnas PA Kabupaten Karo melalui Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kecamatan Berastagi,Rani Wati Br Tukkir mengatakan kalau kita sedang menangani beberapa korban yang masih pelajar maupun sudah putus sekolah dan menjalin komunikasi dengan pihak sekolah maupun pihak keluarga." Ujarnya.
"Pedampingan yang kita berikan ya dengan merangkul memberi edukasi serta adanya obat obatan dari BNNK Karo dan kedepannya kita berharap mempunyai rumah damping."Kata Rani Wati,Minggu (2/10/2022) di Warkop.BJ Listrik Atas Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.
Ketua Yayasan Anak Bangsa Sumatera Utara,Erianto Perangin Angin mengatakan sangat prihatin dengan adanya para pelajar yang sudah mengkosumsi Lem. Ia mengatakan kalau menghirup lem itu sangat berbahaya terutama bagi kesehatan manusia, baik jangka panjang maupun jangka pendek.
"Banyak yang dapat terjadi pada kita dan mempunyai resiko yang tinggi bahkan bisa menyebabkan kerusakan otak permanen hingga gagal ginja,"kata Erianto yang juga Ketua AP IBM Kelurahan Gundaling 1 Berastagi itu.
Jadi ini rentan harus cepat dihentikan jangan ada pembiaran karena sangat bahaya jika kita meghirup lem serta jenis inhalensi lainya yang dapat merusak organ tubuh kita bahkan menyebabkan kematian."ungkapnya lagi.
"Aktivitas mabuk lem ini umumnya memang pelakunya adalah remaja atau anak anak karena bisa didapat dengan harga murah dibanding dengan membeli obat obat terlarang seperti ganja,sabu dan obat terlarang lainnya serta ini mudah didapat dan pembeliannya juga bisa terang terangan," ujar Erianto Perangin Angin.
Cara mekosumsinya dilakukan dengan menghirup agar aromanya masuk kedalam hidung, biasanya dipergunakan plastik bahkan bisa langsung dihirup dari kalengnya, ciri ciri orang yang sedang ngelem adalah menutupi wajahnyah dengan pakaian sambil menunduk.
Selain itu katanya, terlihat perubahan seperti depresi prilaku mabuk atau linglung, hidungnya merah atau berair, mata merah dan berair, bau nafas kimia dan ada juga mimisan dan sangat berbahaya bila mekosumsi lem dalam waktu lama.
"Kita sangat senang dan bangga bisa bekerja sama dengan Komnas PA dan Yayasan Anak Bangsa karena pekerjaan kita sangat terbantu semoga kedepannya bisa menghasilkan yang besar dan bermanfaat,"kata Kasi Rehabilitasi BNNK Karo,dr Rosie Erythina Br Pinem.
Sumber : Relis
Editor : Tim Redaksi
0
0
0
0
0
0