3 Des 2025 - 318 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — DPC PKB Tanah Datar kembali turun langsung ke lapangan menunjukkan kepedulian konkret terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah nagari. Dipimpin oleh Ketua DPC PKB Tanah Datar, Indra Gunalan, S.AP, rombongan partai ini menggulirkan bantuan sembako ke berbagai titik terdampak pada Rabu, 3 Desember 2025. Kehadiran mereka menjadi salah satu gerak cepat politik yang berupaya menjawab kebutuhan dasar warga yang tengah berada dalam situasi darurat.
Puluhan kader PKB turut terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut, termasuk satu-satunya anggota fraksi PKB yang hadir, Zaipul Imra. Mereka memboyong bantuan yang dihimpun dari internal partai berupa 300 paket sembako dan 10 karung beras. Sesuai data DPC, rangkaian distribusi bantuan difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami dampak terparah.
Adapun titik pembagian sembako dilakukan di Nagari Sumpur, Malalo, Padang Laweh Malalo, Batipuh Baruah, serta Nagari Tambangan, masing-masing berada di tiga kecamatan berbeda. Kawasan ini sebelumnya masuk kategori merah akibat tingginya intensitas banjir bandang serta pergeseran tanah yang mengancam pemukiman.
Ketua DPC PKB Tanah Datar, Indra Gunalan, menyampaikan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas bantuan, melainkan panggilan moral bagi partai yang mengaku selalu berdiri di antara rakyat. Menurutnya, saat masyarakat berada dalam situasi terjepit, partai politik wajib menunjukkan tindakan nyata, bukan hanya slogan.
“Kami tidak mau hadir sebatas formalitas. Warga membutuhkan bantuan riil, dan itu yang kami bawa. PKB harus hadir, harus merasakan langsung situasi warga,” ujar Indra Gunalan kepada wartawan di sela kegiatan tersebut.
Di lokasi yang sama, anggota Fraksi PKB, Zaipul Imra, menambahkan bahwa aksi kemanusiaan seperti ini semestinya menjadi komitmen semua unsur partai, terutama mereka yang memiliki amanah publik. Ia menegaskan bahwa kerja politik seharusnya tidak terputus hanya karena jadwal padat atau alasan-alasan internal.
“Kita datang untuk masyarakat. Ini momentum melihat langsung apa yang mereka alami, bukan sekadar laporan di meja. Semakin cepat kita turun, semakin cepat pula warga terbantu,” kata Zaipul Imra.
Namun, di tengah padatnya kegiatan solidaritas tersebut, perhatian awak media justru tertuju pada absennya satu nama penting: Yonnarlis, anggota fraksi PKB lainnya. Ketidakhadiran Yonnarlis dalam kegiatan besar partai ini menimbulkan tanda tanya di kalangan kader dan simpatisan.
Padahal, ironi mencolok terlihat jelas—kegiatan pembagian bantuan ini berlangsung di dapil 3, wilayah konstituen yang justru menjadi basis politik Yonnarlis sendiri. Bagi sejumlah kader, ketidakhadiran ini dianggap sebagai sinyal aneh, terlebih saat masyarakat sedang membutuhkan peran aktif semua pemangku kepentingan.
Sejumlah kader PKB yang enggan disebutkan namanya bahkan menyebut absennya Yonnarlis sebagai “pertanyaan besar yang tidak boleh dibiarkan menggantung”. Menurut mereka, kehadiran wakil rakyat pada momentum krusial seperti saat bencana adalah ukuran komitmen, bukan sekadar formalitas jabatan.
Ketidakhadiran ini semakin diperbincangkan setelah terlihat jelas bahwa seluruh elemen partai turun secara total kecuali satu orang. Kondisi tersebut memantik diskusi internal tentang sejauh mana keseriusan setiap anggota fraksi dalam menjalankan tanggung jawab politik dan sosialnya.
Di tengah kuatnya ekspektasi publik, absennya Yonnarlis dalam agenda yang berlangsung di kandang politiknya sendiri menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat maupun internal partai. Bagi warga, mereka membutuhkan pemimpin yang hadir ketika situasi paling sulit, bukan yang hanya muncul saat momen seremonial. Bagi partai, ini menjadi bahan evaluasi menuju soliditas yang lebih kuat ke depannya.
----
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0