21 Agt 2021 - 71 View
Medan ( Sumut) Redaksi Daerah,com
Sebanyak 13 kg barang haram (Sabu) diamankan Ditresnarkoba Poldasu dari seorang kurir narkoba di Jalan Medan - Banda Aceh Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Rabu (18/8/2021) malam kemarin.
Adapun tersangka bernama Muhammad Alfis (21)
warga Desa Lueng Puet Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur.
Keterangan yang dihimpun awak media berdasarkan data didapat, awalnya petugas mendapatkan informasi tentang adanya pengiriman sabu -sabu dari Aceh menuju Jakarta. Bermodalkan ini, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan penyelidikan petugas mendapatkan informasi kalau sabu -sabu tersebut dibawa oleh seorang pria.
Selanjutnya petugaspun melakukan pengejaran dan berhasil meringkus tersangka Alfis yang sedang istirahat hendak melanjutkan perjalanan ke Jakarta , persisnya di Jalan Medan -Banda Aceh Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.
Saat dilakukan penggeledahan terhadap dua tas yang dibawa tersangka , petugas menemukan sabu seberat 13 kg yang dikemas dalam bungkusan terpisah. Atas ditemukannya barang haram tersebut ,selanjutnya petugas memboyong tersangka dan barang bukti ke mako Ditresnarkoba Polda sumut.
Sementara dalam keterangan Kabid Himas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dikonfirmasikan awak media membenarkan penangkapan terhadap kurir sabu yang merupakan barang bukti tersebut disebutkan Alfis (tersangka) mengatakan barang haram itu merupakan milik seorang warga Aceh bernama Putra.
Disebutkan Kabid Humas "Barang bukti yang disita dari pelaku 13 kg sabu-sabu, dan saat ini penyidik masih mengejar pemilik sabu yang bernama Putra," terang Kombes Hadi Wahyudi kepada awak media Sabtu (21/8/2021).
Lanjut"Kombes Hadi Wahyudi ,adapun rencananya sabu itu akan dikirim ke Jakarta lewat jalur darat," Ia (tersangka) dijanjikan mendapat upah sebesar Rp 103.000.000 untuk membawa sabu dari Aceh Timur menuju Jakarta"ucapnya.
Saat ini Ditresnarkoba Polda Sumut masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan tersangka Alfis," masih dikembangkan lagi,"jelas Hadi Wahyudi.
Reporter. Ilmi maulida/jakfar
Editor. Lia hambali.
0
0
0
0
0
0