24 Des 2021 - 314 View
Painan, RedaksiDaerah.com - Sulit bagi perusahaan bisa berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara rutin tiap tahunnya.
Demikian diungkapkan oleh Direktur PDAM Tirta Langkisau Kabupaten Pesisir Selatan (Kab Pessel)., Herman Budiarto kepada media ini di Painan, Kabupaten Pesisisr Selatan, Sumatera Barat, Jum'at (24/12/21).
Pemberian persentase laba harus melihat penghitungan neraca rugi laba. Selama ini dirinya mengakui besaran pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum itu hanya mampu memenuhi biaya operasional, bahkan cenderung tekor, terang Herman.
"Bahkan kami tidak yakin bisa menyumbang deviden di 2022. Hingga periode November tahun ini saja, neraca keuangan masih devisit sebesar Rp.200 juta," jelas Herman.
Rata-rata pendapatan tiap bulan hanya sebesar Rp.1.2 miliar per bulan, dengan catatan pembayaran pelanggan mencapai 92 persen. Sedangkan biaya operasional tiap bulan bisa menembus Rp.1.1 miliar, ucap Herman.
Sementara dalam rentang waktu dua tahun terakhir, pendapatan perseroan dari iuran pelanggan ini mengalami penurunan. Realisasi penagihan hanya tercatat sebesar 84 persen, tutur Herman.
Padahal, kata Herman, selain suntikan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tagihan pelanggan merupakan salah satu sumber pendapatan paling besar.
"Karena kami sampai kini masih belum ada unit usaha lain,' ujar Herman.
Secara terpisah, Wakil Bupati Pesisir Selatan (Wabup Pessel)., Rudi Hariyansyah menegaskan, direktur harus mampu membuat perubahan dan berbagai terobosan, utamanya soal bisnis.
Direktur musti inovatif dan sigap dalam bertindak, mengingat kondisi perusahaan yang tengah labil. Sebagai badan usaha pelat merah, PDAM Tirta Langkisau jangan hanya berharap tambahan modal dari pemerintah kabupaten, kata Rudi.
Sudah saatnya direksi mulai memikirkan pelebaran sayap bisnis, seperti produksi air mineral dalam kemasan atau usaha-usaha lainnya yang memanfaatkan sumber daya air, sehingga mampu berinvestasi sendiri dan menyejahterakan karyawan, beber Rudi.
"Harus ada langkah-langkah konkrit yang terstruktur dan terencana untuk menuju ke arah itu. Kalau tidak, mau sampai kapan bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," ucap Rudi.
Selanjutnya, ulas Rudi, meningkatkan jumlah ketersedian air bagi pelanggan dengan memelihara sumber-sumber air baku untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan air bersih harus didistrubusikan 24 jam perhari.
"Serta peningkatan kualitas air yang sampai ke rumah-rumah masyarakat harus dilakuka pengujian kualitas apakah memenuhi standar kesehatan," terang Rudi.
Saat ini, jangkauan pelayanan air bersih bagi masyarakat merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan. Meski begitu, hingga kini masih sangat banyak masyarakat Pesisir Selatan yang belum tersentuh layanan PDAM, jelas Rudi.
Dari 15 kecamatan yang ada, tingkat keterlayanan paling rendah terdapat di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan. Berdasarkan catatan PDAM Tirta Langkisau, hanya sekitar 270 pelanggan yang mampu terlayani.
Kontributor : Topit
Editor : Hendra Putra
0
0
0
0
0
0