21 Jan 2022 - 128 View
Medan, RedaksiDaerah.com - Wali Kota Medan., Bobby Nasution sangat menyayangkan terjadinya penyuntikan vaksin diduga kosong yang dilakukan petugas vaksinator terhadap salah seorang murid SD Wahidin di Kecamatan Medan Labuhan.
"Saat berlangsung vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, semua harus bertanggung jawab, baik itu perawat yang melakukan penyuntikan, dokter maupun penanggung jawab pelaksana kegiatan vaksinasi tersebut," tegas Bobby Nasution.
Menurut Bobby Nasution, pasca beredarnya video viral vaksin diduga kosong, ia telah menanyakan langsung kepada Kadis Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah. Ternyata tidak ada puskesmas maupun pegawai dari Pemko Medan yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut.
“Jika vaksinasi itu dilakukan Pemko Medan, kami wajib bertanggungjawab sebagai penanggungjawab pelaksana vaksinasi,” kata Bobby Nasution dalam doorstop dengan wartawan di Balai Kota Medan, Sumatera Utara, Jum'at (21/01/22).
Oleh karenanya Bobby Nasution meminta, selain perawat dan dokter, penanggung jawab pelaksana vaksinasi juga harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.
Soalnya, lanjut Bobby Nasution, jika itu kosong dosis yang telah disediakan dikemanakan.
“Itu harus dijelaskan dengan baik. Jadi penanggung jawab kegiatan harus ikut bertanggungjawab. Ini yang kami sarankan,” ungkap Bobby Nasution.
Orang nomor satu di Pemko Medan itu selanjutnya menjelaskan, perawat dan dokter sedang menjalani pemeriksaan di Polresta Pelabuhan Belawan.
“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Bapak Kapolda Sumut untuk benar-benar melihat bagaimana pemeriksaan ini berjalan dengan selurus-lurusnya. Disamping itu kami juga sudah berkomunikasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) untuk memberikan masukan dan pandangan apa sebenarnya yang dilihat secara visual dalam video, serta kira-kira sanksi yang akan diberikan, baik dari pihak berwajib maupun sanksi yang akan dijatuhkan IDI serta PDUI. Itu sudah kita komunikasikan,” terang Bobby Nasution.
Kemudian Bobby Nasution mengungkapkan, berdasarkan info yang diperoleh, anak yang disuntikkan itu tiga bersaudara. Dua orang mengaku pegal-pegal setelah dilakukan penyuntikan vaksin, artinya efek dari vaksin yang disuntikkan masuk. Sedangkan satu anak lagi yang di dalam video viral itu, imbuhnya, mengaku tidak merasa pegal-pegal mungkin karena ada indikasi vaksin yang disuntik tidak masuk (kosong).
“Ini masih diperiksa terus,” papar Bobby Nasution.
Terkait pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Bobby Nasution menjelaskan, Pemko Medan bersama unsur Forkopimda serta seluruh instansi dan stakeholder yang ada di Kota Medan sudah sepakat untuk melaksanakannya dengan target 14 hari masa sekolah.
“Jadi kita sudah bagi-bagi tugas untuk melaksanakan vaksinasi di sekolah-sekolah di Kota Medan, baik negeri maupun swasta,” sebut Bobby Nasution.
Dilakukannya vaksinasi di sekolah, agar para orang tua bisa memantau dan melihat langsung kegiatan vaksinasi yang dilakukan. Sebab, tujuan vaksinasi yang dilakukan untuk kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Disamping itu Kota Medan yang saat ini sudah berada di Level 1, sehingga kegiatan belajar mengajarnya sudah bisa dilakukan lebih fleksibel lagi, ungkap Bobby Nasution.
“Oleh karena sudah saya katakan, Minggu depan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk anak-anak kita di SD sudah bisa dilakukan,” ucap Bobby Nasution.
Pelaksanaan PTM untuk siswa SD, terang Bobby, sama seperti yang awal dilakukannya PTM terhadap siswa SMP. Dikatakannya, PTM akan diprioritaskan bagi siswa yang telah mengikuti vaksin.
“Metode PTM yang dilakukan sama seperti siswa SMP. Ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” pungkas Bobby Nasution.
Reporter : Jakfar
Editor : Lia Hambali
0
0
0
0
0
0