Redaksi Sumut

Di Minggu Palma Ummat Katolik dari Desa Sirumbia Sapa Ummat Sedunia dan Berdoa Untuk Saudara yang Terkena Bom di Makassar

28 Mar 2021 - 559 View

Karo, RedaksiDaerah.com - Minggu Palma merupakan hari Raya Ummat Katolik yang menandakan awal Pekan Suci menjelang kebangkitan Yesus Kristus. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang kesengsaraan Yesus yang di awali dengan perarakan Yesus ke Yerusalem.

Seluruh Ummat Katolik di Dunia mendatangi Gereja dengan daun palem di tangannya. Perayaan ini di kenal dengan Minggu Palma. Menurut Alkitab, pengikut Yesus melambari jalan di Yerusalem dengan daun palem, sebelum Yesus memasuki wilayah tersebut. Mengalasi jalan dengan daun palem adalah kebiasaan yang  dilakukan bagi orang yang berkedudukan tinggi di zaman itu.

Salah satu Ummat Katolik yang juga pengurus Gereja Katolik St Scolastika Desa Sirumbia., Fransiscus Perangin - Angin, S.Pd mengatakan, dalam tradisi Gereja Katolik, perayaan Minggu Palma ini adalah sebuah peristiwa Iman yang sangat istimewa karena sebagai pembuka pekan suci sebelum Yesus mati dan bangkit dari kematian-Nya di Kayu Salib.

Sambung Fransiskus, dari sejarah yang saya dengar, cabang pohon palem juga menjadi tanda kemenangan di zaman Romawi, sehingga mereka melambaikan daun palem untuk merayakan kemenangan.

"Masuknya Yesus Kristus ke Kota Suci Yerusalem adalah hal yang istimewa, sebab terjadinya sebelum Yesus mati dan bangkit dari kematian. Itulah sebabnya Minggu Palma disebut pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di Kota Yerusalem," ungkapnya.

Lanjut Fransiskus, Yesus tiba di Yerusalem dengan mengendarai keledai, yang dianggap sangat simbolis dengan perdamaian, sementara saat itu kuda identik dengan perang, katanya lagi.

Saat di tanya makna Minggu Palma, Frans menjelaskan, dalam peringatan Minggu Palma ini, Ummat diajak untuk merenungkan kisah sengsara Tuhan Yesus. Bila kita renungkan betapa penderitaan kita belum ada apa-apanya dibandingkan Tuhan Yesus.

"Iman saya sangat rapuh, setiap ada masalah di kehidupan ini, seperti pekerjaan, rumah tangga, keluarga, saya langsung menyendiri, mengandalkan pikiran sendiri, seakan-akan saya merasa penderitaan saya yang paling berat di dunia ini. Bahkan kadang saya ragu akan kehadiran Tuhan ke dalam kehidupan saya di saat saya membutuhkannya, saya merasa Tuhan menjauh dari saya", kata Frans.

Kalau menjawab dengan jujur, saya sebenarnya belum mampu untuk membawa daun palem ini kerumah. Tapi semoga berkat Kristus mengalir di kehidupan saya, untuk kedepannya Iman saya semakin di kuatkan untuk menjalani lika-liku, suka duka kehidupan ini bersama Kristus, sehingga saya semakin di kuatkan, ucapnya.

"Dan di kesempatan ini saya ucapkan salam untuk seluruh Ummat Katolik sedunia di perayaan Minggu Palma. Dan saya dengar tadi ada pengeboman di Gereja Katedral Makassar, ada korban jiwa, semoga korban selamat dan semoga kita semua cinta damai di dunia ini antar sesama manusia, karena kematian tanpa di caripun pasti akan tiba masanya, maka mari kita semua berdoa untuk saudara kita yang menjadi korban, tutupnya saat dikonfirmasi media RedaksiDaerah.com di sela-sela Kebaktian di Gereja St Scolastika, Desa Serumbia, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (28/03/21) sekira pukul 11.00 WIB.

 

Reporter  :  Erianto Perangin Angin

Editor       :  Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih