Redaksi Sumut

Beberapa Ormas Gelar Diskusi, Terkait Daring, Narkoba, Adat dan Budaya 

9 Mar 2021 - 228 View

Karo, RedaksiDaerah.com - Diskusi kecil mewarnai kunjungan Anak Bangsa dan beberapa Jurnalis ke Sekretariat Pimpinan Cabang Pemuda Merga Silima (PC PMS)  Kecamatan Simpang Empat di Jalan Besar Berastagi-Simpang Empat,  Desa Ndokum Siroga Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (09/03/21).

Ketua PC PMS Simpang Empat, Mansur Ginting mengatakan, keprihatinanya terkait masalah Narkoba, dan hampir terkikisnya budaya kita kalak/orang Karo, ini sudah harus di tanggapi dengan serius, mari sama-sama kita peduli, Narkoba juga seperti sudah merajalela. Ini mungkin ada kaitannya, karena kita sudah tidak lagi menghargai budaya kita.

"Disaat kita dihadapkan dengan pandemi Covid-19, di tambah Gunung Sinabung pun sudah mulai menggeliat, sehingga sudah pasti terasa di dalam perekonomian kita. Bagaimana jadinya kalau anak kita yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan Narkoba. Miris sekali bukan, bisa saja karakter Generasi Bangsa ini hancur", kata Ketua PC PMS ini seperti menunjukkan kekawatiran.

Sementara itu Aksi Bangun seorang Jurnalis dan penggiat sosial, yang berasal dari Desa Batu Karang mengatakan, ini sudah harus diperhatikan, Pemkab Karo harus bekerja keras, karena dengan diadakannya Belajar Dalam Jaringan (Daring) atau belajar di rumah sudah sangat meresahkan bagi anak didik dan orang tua. Bagaimana nanti karakter dan wawasan generasi kita ini.

Diambah lagi, kalau mereka terkena Narkoba, betul-betul mengawatirkan, ujarnya dengan nada gundah.

Sementara itu, Nur Kennan Tarigan, Humas di DPD Pemuda Merga Silama Kabupaten Karo dan Humas di MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karo mengatakan, "Karakter generasi muda harus di tempah, karena sepertinya kita sudah di jajah melalui Narkoba.

"Kecanggihan teknologi dan kita juga sudah resah dengan adat dan budaya kita yang telah hampir terlupakan," imbuhnya.

Sedangkan Ketua Yayasan Anak Bangsa., Erianto Perangin Angin mengatakan, Sebaiknya ini harus didiskusikan, kiranya ada solusi dari Dinas Pendidikan. Ini sudah menjadi PR kita bersama, bagaimana nanti nasib generasi-generasi kita kedepannya.

"Dengan sistem yang sekarang ini, anak-anak sekolah sepertinya sudah tidak terkontrol, dan dihadapkan dengan android. Apa yang mereka lakukan pun kadang sulit untuk mengetahuinya, jangan-jangan mereka terpengaruh dengan game-game online yang dengan gampangnya mereka dapat dari internet.

"Mungkin dalam waktu dekat ini kita akan diskusi bersama Kepala Dinas Pendidikan, agar bisa memikirkan, apa yang menjadi solusi, karena Pandemi ini sudah seperti mengubur sebahagian impian, dan cara yang baru harus di hadirkan," tutupnya.

 

Reporter  :  Eva Misfawati

Editor       :  Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih