Redaksi Sumut

Beberapa Komunitas dan Media Diskusi Terkait Perlindungan Anak dan Narkoba

14 Jan 2021 - 204 View

Karo, RedaksiDaerah.com - Maraknya pembahasan tentang terjadinya kekerasan terhadap anak dan juga semakin maraknya pemakai Narkoba di Kabupaten Karo, mengetuk hati beberapa dari Komunitas untuk berdiskusi sambil ngopi bersama di Jalan Veteran (depan Mapolres Karo), Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (13/01/21).

Ketua History Makers, Anes Ketaren mengatakan, ini sudah menjadi polemik, hak-hak anak sering terabaikan, sehingga kekerasan sering dia dapat. Apa yang sebetulnya harus di dapat anak, dan apa yang memang harus belum dilakukan terhadap anak ini, harus sebenarnya diketahui dan di sosialisasikan kepada masyarakat".

Pemahaman dan prilaku anak itu harus diketahui sejak dini, perubahan dan tingkah laku, ini di dasari oleh orang tua, dan apa yang menjadi masalah sekarang. Kadang yang kita lihat anak itu mendapat sebuah perlakuan yang belum selayaknya mereka dapat, kekerasan fisik, melalui perkataan dan juga perlakuan kekerasan seksual, dan begitu juga banyaknya anak yang masih di bawah umur sudah menyalahgunakan Narkoba, timpal Agrifa Sinulingga, Program Maneger Pusat Rehabilitasi Narkoba Anak Bangsa.

Agrifa menambahkan, semua ini sudah harus diperhatikan dan semua harus saling bekerjasama, dan anak-anak ini sudah seharusnya mendapat perlindungan. Yang perlu kita sosialisasikan ke masyarakat dan menekan Pemerintah agar lebih memperhatikan hal-hal tentang Perlindungan Anak dan Narkoba, dan yang kita takutkan sekarang banyak anak-anak muda berkumpul, lalu mereka seperti membuat komunitas-komunitas.

Ini rentan membuat jalan yang salah di kala tidak ada pengawasan dan sangat gampang jatuh ke dalam dunia kekerasan dan Narkoba," ujar Agrifa Sinulingga.

Sementara itu, Rianto Ginting salah satu jurnalis di Kabupaten Karo mengatakan, "kekerasan terhadap anak, sudah seharusnya di tangani langsung secara serius, dan para pelaku susah selayaknya di proses secara hukum, agar memberi efek jera, kepada pelaku dan masyarakat banyak, agar hal sedemikian rupa tidak terulang, dan anak yang menjadi korban juga harus diperhatikan, dan memberikan haknya, konseling, dan peran Pemerintah harus terlihat disitu". 

Di saat media RedaksiDaerah.com menanyakan terkait kasus kekerasan anak di Desa Aji Julu, Rianto Ginting menjelaskan, "ini sedang dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap saksi,  dan sudah selayaknya ini langsung di proses, ini yang saya katakan. Seharusnya ini cepat ditanggapi, jangan ada kesan seperti terabaikan dan ketidak seriusan.

Kita harapkan, "pihak penegak Hukum bekerja dengan cepat dan melakukan proses hukum, agar terlihat di masyarakat bahwa pelaku kekerasan terhadap anak itu berat hukumannya, sehingga ada efek jera disana," tutup Rianto Ginting.

Pembuatan sosialisasi dari dini tentang bahaya narkoba, dan perlindungan anak ini sudah seharusnya gencar di lakukan, Pemerintah juga harus sudah memperhatikan dalam setuasi Covid-19.

Bagaimana anak-anak sekolah yang sedang melakukan sekolah daring, apa yang harus diperhatikan dan kebijakan apa yang harus dibuat, agar anak-anak sekolah ini betul-betul belajar bukan justru berkeliaran yang tidak jelas diluar rumah, mungkin mereka menganggap ini adalah libur sekolah, Peran Keluarga dan Pemerintah sangat di harapkan.

 

Sumber  :  Erianto Perangin Angin

Editor      :  Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih