Redaksi Sumut

Calon Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Raniwati Br Situkkir sedang meminta penjelasan kepada seorang anak terlantar Reyhan (8) di Berastagi.(16/08/2022).

Bakal Calon Ketua LPA Berastagi Prihatin Ada Anak Terlantar di Kota Wisata Berastagi

16 Agt 2022 - 273 View

Calon Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Raniwati Br Situkkir sedang meminta penjelasan kepada seorang anak terlantar Reyhan (8) di Berastagi.(16/08/2022).

 

 Karo,RedaksiDaerah.com

  Dalam hal menjamin seorang anak mendapat hak dan kehidupannya bisa berjalan dengan normal dan baik, negara telah memberikan payung hukum yakni Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan isi (1). Negara dan pemerintah menjamin perlindungan,pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua,wali,atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak.
(2). Negara dan pemerintah mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak.

  Tapi menjelang hari kemerdekaan ini hatiku sangat,77 tahun negeri ini merdeka tapi hatiku tersentak dan kesadaranku tumbuh disaat rupanya masih ada anak yang belum mendapatkan haknya, dan juga hatiku paling sakit negeriku sekarang belum bebas dan masih dijajah oleh yang namanya barang laknat "Narkoba", dan ini adalah tugas dan bagaimana perlawanan serta tugas kita untuk memerdekakan negara kita ini."kata Calon Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kecamatan Berastagi, RaniWati Br Situkkir,Selasa (16/08/2022) di Jalan Veteran Pusat Jajanan Bioskop Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo.
  
 Raniwati Br Tukkir ini mengatakan sangat miris dan bathinya menjerit setelah menemukan seorang anak kecil yang kumuh sambil meneteng neteng plastik meminta uang setiap orang ditemuinya diseputar Pasar Kaget Kota Wisata Berastagi.

  Atas pengakuan anak ini bernama Reyhan(8) warga pasar lima padang bulan medan, dan menurut pengakuan dia kalau dia ada 4 orang dan semuanya dibawah umur, saat ditanya mengapa dia melakukan ini, ibu dan ayah bercerai karena ayahnya gila karena narkobad dan Ibunya tidurnya di masjid masjid, saya mengumpuli uang untuk bayar sewa rumah."katanya membuat air mata kita berlinang, dia enam bersaudara, mereka semua berpencar untuk mengemis dan uangnya bayar sewa rumah."

  "Ini harus menjadi perhatian dan ditangani serius karena kita juga takut anak ini hanya dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan,kita harus bisa mencari tau kebenaranya, dikala saya mau membawa dia pulang dan untuk memberikan makanan dan pakaian dia bersikeras tidak mau, karena kita takut hatinya terluka kita kembali memberi dia leluasa dan kita akan tetap mantau dan mencari tau."ungkap Raniwati yang ingin mengabdikan dirinya disebuah organisasi Lembaga Perlindungan Anak ini.

  Masih kata Raniwati,bila ini benar kita sangat terpukul, anak anak itu sudah tidak mendapat hak dan Kota Wisata Berastagi pun sudah tercoreng dan dicap jelek, kita harus menyelamatkan dua sisi ini,Katanya dengan tegas.

 "Saat dikomfirmasi seorang pedagang Pasar Kaget,mengatakan kalau anak ini seperti mempunyai rombongan dan mereka disini mulai hari Jumat sampai Minggu, Senin dan Kamis nanti abang nggak akan melihat mereka."ujarnya.

Reporter : Erianto Perangin Angin.

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih