Redaksi Sumut

Pengurus APTI Karo Foto Bersama Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting Di Ruangan Wakil Bupati. (11/04/2022)

APTI Karo Audensi Ke Wakil Bupati,Tawarkan Program Demplot Tanaman Tembakau

11 Apr 2022 - 300 View

Pengurus APTI Karo Foto Bersama Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting Di Ruangan Wakil Bupati. (11/04/2022)

 

Karo,RedaksiDaerah. com

Tanaman tembakau merupakan salah satu tanaman tropis asli Amerika, di mana bangsa pribumi menggunakannya dalam upacara adat dan untuk pengobatan. Tembakau digunakan pertama kali di Amerika utara, tembakau masuk ke Eropa melalui Spanyol. Tembakau adalah tanaman musiman yang tergolong dalam tanaman perkebunan.

Pemanfaatan tanaman tembakau terutama pada daunnya yaitu untuk pembuatan rokok. Berdasarkan data yang berhasil kami himpun, kebutuhan tembakau nasional sebesar 346.000 ton per tahun, sementara produksi tembakau nasional hanya mampu hasilkan 164.448 ton tembakau per tahun. Tahun 2017 produksi local hanya 60% kebutuhan local yang terpenuhi, sementara 40% lagi harus ditutupi lewat mekanisme import.

Kabupaten  Karo merupakan salah satu wilayah administrative pemerintahan dibawah Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara yang masih memiliki petani aktif penghasil tembakau. Batukarang merupakan salah satu desa yang tetap memelihara pertanian tembakau sebagai salah satu sumber penghasilan utama masyarakatnya. Belakangan produksi tembakau Desa  Batukarang mulai dilirik pasar luar negeri (Malaysia & Singapura) lewat pebisnis local yang mengeksport tembakau linting olahannya ke pasar – pasar Malaysia dan Singapura.


Hal ini yang kemudian menjadi perhatian kami Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Kabupaten Karo (DPC APTI Kab. Karo) untuk segera dibuatkan skema advokasi dan edukasi agar produksi tembakau Karo mencapai maksimalisasi produk baik dalam aspek kuantitas maupun kualitas. Kami menyadari secara kongkret upaya advokasi & edukasi terhadap peningkatan kualitas serta kuantitas produk tembakau Karo tidak akan berjalan dengan maksimal baik dalam proses ataupun hasilnya tanpa keterlibatan Pemkab Karo didalamnya. 

Dengan demikian kami merancang sebuah mekanisme advokasi dan edukasi demi merangsang antusias masyarakat petani Kabupaten Karo menanam tembakau dan mengedukasi mereka sehingga peningkatan produksi nantinya akan disertai dengan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan pula.

Untuk itu kami merancang sebuah “demplot” pertanian tembakau yang nantinya akan menjadi pusat percontohan dan penyuluhan pertanian tembakau bagi petani tembakau Karo. Rencananya pada pelaksanaan demplot tanaman tembakau ini akan menggunakan  teknolog Cara Bertanam Tembakau Secara Intensif, yang dikaji oleh peneliti, ahli, dan pelaku pertanian tembakau yang sudah lebih dulu sukses dalam kuantitas produksi dan kualitas produk. Pelatih dan peneliti nantinya akan kami komunikasikan dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APTI Sumut untuk dimintakan rekomendasi kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTI. Selanjutnya kami juga memohon kepada pihak PEmkab. Karo rekomendasi dari BPPT........
Demplot ini mengintroduksikan  inovasi teknologi yang tepat dan efisien serta mensosialisasikan hasilnya. Selain itu juga sebagai pendukung salah satu program unggulan Departemen Pertanian yaitu Program Pengembangan Kawasan (Pangan/Hortik/dll). Demplot tanaman tembakau ini diharapkan juga berdampak terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani, penyuluh dan pelaku bisnis dalam mengadopsi teknologi budidaya tanaman tembakau, sehingga  kedepannya diharapkan produktivitas tanaman tembakau di Desa Batukarang dan Kabupaten Karo dapat meningkat.

Tujuan yang ingin dicapai pada pelaksanaan pembuatan Demplot  ini adalah :
Menunjukan cara penerapan teknologi anjuran bertanam tembakau secara intensif. 
Membuat wahana kunjungan percontohan tanama tembakau kepada petani dan PPL disekitar lokasi demplot. 
Sebagai wahana belajar bagi petani dan penyuluh dan mengintroduksikan  inovasi teknologi yang tepat dan efisien.

Sasaran yang ingin dicapai dengan adanya demplot ini adalah :
Terbentuknya wahana belajar bagi petani dan PPL. 
Terjadinya alih teknologi yang lebih cepat kepada petani sebagai sasaran.
Menunjukan perbedaan hasil yang nyata baik kualitas maupun kuantitas. 
Meningkatnya pengetahuan petani dan PPL tentang budidaya tanaman tembakau.

Reporter :Erianto Perangin Angin.

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih