2 Des 2025 - 294 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — DPD Partai Golkar Tanah Datar bergerak cepat dan tanpa basa-basi. Dipimpin langsung Anton Yondra, SE, MM, rombongan fraksi, kader, dan relawan Golkar menyisir tiga kecamatan terdampak banjir bandang untuk membagikan 500 paket sembako pada Selasa, 2 Desember 2025. Langkah ini hadir ketika sebagian besar warga masih berkutat dengan lumpur, reruntuhan, dan minimnya bantuan yang merata.
Sebanyak 300 paket dialokasikan untuk Kecamatan Batipuh Selatan—wilayah yang porak-poranda diterjang arus bandang. Kecamatan Batipuh menerima 100 paket tambahan, sementara Kecamatan X Koto mendapat 100 paket lainnya. Paket sembako bernilai Rp150.000 itu bukan sekadar simbolis; berisi beras super Anak Daro 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, tiga mi instan, gula 1 kilogram, dan teh. Semua didanai dari bantuan Rp75 juta dari DPP Partai Golkar.
Anton menegaskan bahwa penyaluran ini adalah kelanjutan dari tahap pertama yang sudah lebih dulu digulirkan. Pada pendistribusian awal, Golkar telah menyalurkan 400 kilogram beras, 120 kilogram minyak goreng, 20 dus mi instan, serta roti senilai Rp10 juta dari anggota DPR RI Zigo Rolanda. Dukungan dari anggota DPRD Provinsi Sumbar, Zansye Kasni, sebesar Rp1,3 juta, serta dana internal DPD mencapai Rp4 juta turut memperkuat bantuan tahap pertama. “Totalnya Rp15 juta. Kita tak menunggu, kita bergerak,” tegas Anton.
Di tengah kondisi genting pascabencana, Anton secara terang-terangan menyentil lambannya kehadiran peralatan berat di sejumlah titik. Ia menyebut sendiri turun ke Gunung Bungsu dan Pincuran Tujuh dan mendapati fakta bahwa warga telah menunggu lima hari tanpa satu pun alat berat. “Akhirnya berkat bantuan teman-teman, saya bisa memasukkan alat ke lokasi. Sekarang sudah bekerja,” ujarnya tanpa tedeng aling-aling.
Pernyataan Anton tersebut sekaligus menegaskan posisi politik Golkar yang ingin hadir sebagai kekuatan konkret, bukan sebatas papan nama. Ia bahkan menginstruksikan fraksi Golkar Tanah Datar untuk tidak meninggalkan Sumbar selama masa tanggap darurat. “Fraksi Golkar tidak boleh hilang. Mereka harus ada di tengah masyarakat,” katanya.
Untuk memastikan efektivitas distribusi, Anton membebankan penuh operasional lapangan kepada fraksi di daerah masing-masing. Mereka bertugas mengatur rantai distribusi, mobilisasi relawan, hingga memastikan paket sampai ke warga yang benar-benar membutuhkan. Dengan struktur ini, penyaluran bantuan berlangsung cepat, tanpa protokol bertele-tele.
Di lapangan, Satgas Golkar dan AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) menjadi garda terdepan. Mereka menembus jalur rusak, mengangkat karung-karung bantuan, mendata warga, hingga mengawal pendistribusian ke titik-titik terpencil. “Relawan kita berada dalam Satgas AMPG. Mereka yang jadi tangan kita di lapangan,” sebut Anton.
AMPG bukan hanya tenaga angkut. Mereka melakukan pemetaan kebutuhan agar bantuan tidak menumpuk di lokasi yang mudah dijangkau. Dengan akses kendaraan yang terbatas dan medan yang rusak berat, strategi distribusi menjadi kerja serius yang harus dilakukan dengan presisi agar tidak ada warga yang terlewat.
Anton juga menegaskan bahwa agenda bantuan ini bukan panggung pencitraan. Menurutnya, bencana tidak boleh dijadikan ajang hitung-hitungan politik. “Kita ingin menunjukkan kehadiran. Masyarakat lebih butuh aksi daripada ucapan,” katanya. Ia menegaskan seluruh kegiatan penyaluran dilakukan untuk mempercepat pemulihan masyarakat, bukan untuk kebutuhan politik internal partai.
Dengan tersalurkannya 500 paket tahap kedua ini, Golkar memastikan masih akan melanjutkan pemantauan dan membuka peluang penambahan bantuan bila situasi menuntut. Anton berjanji tetap berada di garis depan hingga proses penanganan berjalan stabil. “Kami tidak akan berhenti. Warga harus merasakan bahwa kita hadir ketika keadaan paling sulit,” pungkasnya.
---
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0