Redaksi Sumut

Ada Apa,...??? Setelah Memakan Korban, Irigasi Paya Lahlah Meluap

15 Jan 2021 - 521 View

Karo, RedaksiDaerah.com - Karena adanya korban di  parit (Aliran Irigasi Persawahan Paya Lahlah) Sitepu di Desa Lau Solu Kecamatan Mardinding menimbulkan perbincangan dan pertanyaan di masyarakat Desa Solu, dan membuat suara-suara sumbang tentang misteri yang selama ini sudah beredar ditengah masyarakat.

Banyak warga sekitar mempertanyakan mengapa air yang bernama saluran irigasi itu tergenang, tidak mengalir, hanya selang berapa bulan lalu saluran itu di korek sehingga mencapai kedalaman sekitar 3 Meter.

"Ketika musim penghujan seperti sekarang yang berkepanjangan, akhirnya saluran irigasi inipun meluap dan permukaannya semakin luas sehingga berubah menjadi seperti sungai yang dalam," ucap warga yang enggan disebutkan namanya.

"Dalam keadaan seperti ini saluran irigasi jadi berbahaya, terutama bagi orang-orang yang tidak bisa berenang,” kata R. Ginting yang menduga korban tenggelam karena terpeleset dan tidak bisa berenang.

R Ginting menambahkan, pertanyaan masih tersisa mengapa air irigasi ini tidak mengalir ke suatu tempat lain meninggalkan kawasan rawa-rawa yang disebut Paya Lahlah, Jum'at (15/01/21).

Sebagian besar kawasan rawa-rawa ini telah dijadikan lahan persawahan padi. Para petani setempat juga mempertanyakan apa relevansi dibuatnya irigasi, dan bahkan baru-baru ini dikorek lagi dengan alat berat sehingga menjadi sangat dalam, ujar Rinto Ginting.

Masih kata R Ginting, “Kami justru lebih mengkhawatirkan kebanyakan air yang tergenang di sawah kami daripada kekeringan karena ketiadaan air,” kata beberapa petani sawah Paya Lahlah ketika ditanyakan apa artinya irigasi ini bagi mereka.

Seperti bisa diamati saat ini dilapangan, Padi yang ditanam di Paya Lahlah sudah berbuah. Akibat hujan berkepanjangan dan tidak adanya pengaliran air keluar dari kawasan rawa-rawa ini, tanaman padi penduduk tenggelam setinggi tangkai buah.

Dari dulunya kawasan ini adalah rawa-rawa yang, tentu saja, tidak akan pernah mengalami kekeringan walau Musim Kemarau sekalipun. Jadi, apa gunanya irigasi kalau tidak ada terusanya?, ungkapnya memperlihatkan mimik yang keheranan.

 

Reporter  :  Erianto Perangin Angin

Editor       :  Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

1

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

1

Marah
sad

1

Sedih