27 Feb 2026 - 6 View
Belu, RedaksiDaerah.com – Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad kembali menunjukkan keberhasilannya dalam membangun stabilitas keamanan wilayah perbatasan. Pada Jumat, 27 Februari 2026. bertempat di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, seorang warga berinisial PG (80) secara sukarela menyerahkan 1 (satu) pucuk senjata api jenis Springfield kepada personel Pos Nunura.
Senjata tersebut diterima langsung oleh Danpos Nunura Letda Arm David Partogi Sagala bersama anggota pos, kemudian diamankan sesuai prosedur yang berlaku.
Penyerahan ini merupakan hasil dari pendekatan teritorial yang konsisten dan humanis yang selama ini dilakukan personel Pos Nunura. Kedekatan antara prajurit dan warga terjalin melalui kegiatan pelayanan kesehatan rutin, anjangsana, serta komunikasi sosial yang intens.
Dari hubungan yang penuh kepercayaan tersebut, diperoleh informasi bahwa keluarga Bpk. PG masih menyimpan senjata api warisan lama sejak masa konflik tahun 1975, yang selama ini disimpan sebagai bagian dari sejarah keluarga rumah adat dan tidak pernah digunakan kembali.
Melalui komunikasi persuasif dan pendekatan kultural, personel Pos Nunura memberikan pemahaman terkait aspek keamanan serta konsekuensi hukum kepemilikan senjata api ilegal sesuai peraturan perundang-undangan.
Setelah melalui beberapa kali silaturahmi dan pendalaman informasi, PG akhirnya memutuskan menyerahkan senjata tersebut demi keselamatan keluarga dan lingkungan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi senjata sudah tua dan berkarat serta tidak dilengkapi amunisi. Barang bukti kemudian diamankan sementara di Pos Nunura dan dilaporkan secara berjenjang kepada komando atas.
Danpos Nunura Letda Arm David Partogi Sagala menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata hasil operasi, melainkan buah dari pendekatan hati ke hati dengan masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra masyarakat. Kepercayaan yang diberikan warga adalah kehormatan bagi kami, dan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Keberhasilan ini semakin memperkuat citra Pos Nunura sebagai pelindung dan pembina masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan RI–RDTL sektor timur.
Reporter: Ana
Editor: RD TE NTT
Sumber: Yonarmed 12 Kostrad
0
0
0
0
0
0