18 Agt 2026 - 32 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bergema di Lapangan Hijau Bola Kaki Jorong Tigo Tumpuk, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Senin (17/8/2026). Upacara penurunan Bendera Merah Putih berlangsung khidmat dan penuh nuansa nasionalisme.
Kapolsek Lima Kaum, Iptu Mon Irzal, ST, hadir sekaligus memimpin pelaksanaan upacara penurunan Bendera Merah Putih tersebut. Kehadiran jajaran kepolisian menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan berjalan tertib, aman, dan lancar.
Upacara penurunan bendera bukan sekadar seremoni penutup rangkaian peringatan HUT RI. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pejuang harus dijaga melalui persatuan, kedisiplinan, serta tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Dengan sikap tegas dan penuh khidmat, Iptu Mon Irzal memimpin jalannya upacara hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Penghormatan terhadap Sang Merah Putih menjadi simbol kuat bahwa semangat kebangsaan tetap harus hidup di tengah masyarakat, termasuk di tingkat nagari.
Lapangan hijau Jorong Tigo Tumpuk pun menjadi ruang bertemunya unsur pemerintahan, kepolisian, tokoh masyarakat, serta warga dalam satu semangat yang sama: memperingati kemerdekaan sekaligus memperkuat kebersamaan.
Bagi jajaran Polsek Lima Kaum, keterlibatan dalam kegiatan kenegaraan tersebut juga menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak semata berkaitan dengan penegakan hukum dan keamanan. Polisi hadir di tengah masyarakat untuk membangun kedekatan, menjaga ketertiban, serta menumbuhkan rasa aman dalam setiap momentum publik.
Kepemimpinan Iptu Mon Irzal dalam upacara itu sekaligus memperlihatkan pentingnya kedisiplinan dalam setiap kegiatan yang membawa nama institusi dan negara. Setiap tahapan upacara berlangsung dalam suasana tertib, dengan penghormatan terhadap simbol-simbol negara tetap menjadi perhatian utama.
Peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Lima Kaum menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hadiah yang datang tanpa pengorbanan. Di balik Merah Putih terdapat sejarah panjang perjuangan yang harus diteruskan melalui kerja nyata, pelayanan publik yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Di tengah berbagai tantangan masyarakat saat ini, semangat kemerdekaan juga dituntut tidak berhenti pada seremoni tahunan. Nilai persatuan, gotong royong, disiplin, dan keberanian menjaga kepentingan bersama harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Lapangan Hijau Bola Kaki Jorong Tigo Tumpuk, penurunan Sang Merah Putih akhirnya menjadi penutup rangkaian upacara HUT RI ke-81. Namun pesan yang dibawanya jauh lebih panjang: bendera boleh diturunkan pada sore hari, tetapi semangat menjaga persatuan dan kemerdekaan tidak boleh ikut diturunkan.
--------
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0