Redaksi Sumbar

Roti dalam kemasan plastik tampak ditumbuhi jamur hijau kehitaman di bagian tengah. Produk yang diduga dibagikan kepada siswa sekolah dasar ini memicu kekhawatiran orang tua terkait pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Roti Berjamur Masuk Kelas, Siapa Lalai Awasi Konsumsi Siswa SD?

4 Mar 2026 - 11 View

Roti dalam kemasan plastik tampak ditumbuhi jamur hijau kehitaman di bagian tengah. Produk yang diduga dibagikan kepada siswa sekolah dasar ini memicu kekhawatiran orang tua terkait pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Dugaan kelalaian serius dalam pengelolaan konsumsi siswa mencuat setelah beredar foto roti berjamur yang disebut-sebut dibagikan kepada murid kelas 1 di salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Tanah Datar. Foto tersebut memperlihatkan roti dalam kemasan plastik dengan bercak jamur berwarna hijau kehitaman yang tampak jelas di bagian tengah produk.

Informasi yang dihimpun RedaksiDaerah.com menyebutkan, roti tersebut berasal dari dapur penyedia yang juga melayani sekolah lain dalam satu kawasan. Seorang orang tua murid mengaku khawatir setelah menemukan kondisi roti yang tidak layak konsumsi itu. “Takut termakan anak-anak,” tulis salah satu wali murid dalam percakapan yang beredar, sembari mempertanyakan apakah kejadian serupa juga dialami siswa lain.

Salah seorang wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya kepada RedaksiDaerah.com mengatakan, dirinya mengetahui kondisi roti tersebut setelah anaknya membawa pulang makanan yang belum sempat dimakan. “Saya kaget melihat ada bercak hijau kehitaman di tengah roti. Itu jelas jamur. Kalau tidak diperiksa dulu, bisa saja anak-anak langsung memakannya di sekolah,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga mempertanyakan mekanisme pengawasan sebelum makanan dibagikan kepada siswa. “Harusnya ada pengecekan dulu oleh guru atau pihak sekolah. Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap sepele,” tambahnya.

Dalam foto yang diterima redaksi, tampak tekstur roti sudah lembap dan berubah warna, indikasi kuat produk telah melewati masa simpan atau disimpan dalam kondisi tidak higienis. Jamur yang tumbuh pada makanan bukan sekadar persoalan estetika, melainkan berpotensi memicu gangguan kesehatan seperti mual, muntah, diare, hingga reaksi alergi pada anak-anak yang sistem imunnya masih rentan.

Yang menjadi sorotan, dapur penyedia disebut melayani lebih dari satu satuan pendidikan. Jika benar distribusi dilakukan secara massal tanpa kontrol kualitas ketat, maka potensi paparan pangan tercemar bisa berdampak luas. Apalagi konsumsi tersebut diperuntukkan bagi siswa usia dini yang belum mampu mengidentifikasi makanan rusak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pengelola dapur terkait mekanisme pengawasan mutu makanan sebelum dibagikan. Publik mempertanyakan, apakah ada prosedur pemeriksaan tanggal kedaluwarsa, standar penyimpanan, serta uji kelayakan konsumsi sebelum produk sampai ke tangan siswa.

Kasus ini juga membuka pertanyaan lebih besar tentang sistem pengadaan dan distribusi makanan di lingkungan sekolah. Apakah pihak sekolah melakukan verifikasi berkala terhadap mitra penyedia? Adakah kontrak kerja sama yang mengatur standar keamanan pangan dan sanksi jika terjadi kelalaian?

Sejumlah orang tua mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia serta transparansi hasil pemeriksaan. Mereka meminta pihak sekolah tidak menutup-nutupi temuan ini dan segera memberikan klarifikasi resmi guna mencegah keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.

RedaksiDaerah.com menilai, peristiwa ini harus menjadi alarm keras bagi semua pihak. Distribusi makanan kepada siswa bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan tanggung jawab moral dan hukum. Standar higienitas, pengemasan, hingga penyimpanan harus diawasi ketat dan terdokumentasi.

Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah ini murni kelalaian teknis, kegagalan sistem pengawasan, atau indikasi masalah yang lebih struktural dalam pengelolaan konsumsi sekolah. RedaksiDaerah.com akan terus menelusuri fakta, meminta klarifikasi pihak terkait, dan menghadirkan perkembangan terbaru demi kepentingan publik dan keselamatan anak-anak.

----

Reporter: Tim Redaksi 

Editor: Fernando 

Sumber: Liputan Investigasi 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih