Redaksi Sumbar

Tak Terima Dituduh Bocorkan Rahasia, Oknum DPRKPP Sumbar Baku Hantam dengan Kontraktor di Jalan Tamsis

23 Nov 2021 - 565 View

Padang, RedaksiDaerah.com - Maraknya pemberitaan miring mengenai pelaksanaan proyek di Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sumatera Barat (DPRKPP Sumbar) pada Pekerjaan Jalan Lingkung Kampung Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, tampaknya bakal berbuntut panjang.

Sejak pemberitaan miring tersebut, mencuat kinerja dari Dinas PRKPP terutama di Bidang Pertanahan dan Lingkungan yang di Kepalai Ichsanursataruddin menjadi tidak kondusif, bahkan cendrung adanya rasa saling mencurigai. Siapakah yang telah memberikan keterangan kepada awak media terkait bobroknya pekerjaan Jalan Lingkung Kampung Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang.

Seperti yang telah dilansir oleh beberapa Media, bahwa 3 (tiga) paket pekerjaan Jalan Lingkung Kampung Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam yang dikerjakan oleh CV Nabila Kontruksi (dua paket) dan CV Glory Nusantara dengan total anggaran mencapai 500 juta rupiah diduga dikerjakan asal jadi dengan fakta dilapangan banyak ditemui retakan.

Terjadi baku hantam antara oknum PNS inisial H dengan oknum kontraktor inisial F alias P disinyalir sebagai pelaksana lapangan pada proyek Jalan Lingkung Parak Jambu milik DPRKPP Sumbar didepan salah satu hotel yang berada di Jalan Tamsis, Selasa sore (23/11/21).

Perkelahian tersebut menurut saksi mata yang tidak ingin namanya disebutkan, baku hantam tersebut diduga gara-gara oknum PNS tidak terima dituduh membocorkan rahasia terkait pelaksanaan proyek negara pada awak media.

"Merasa difitnah oleh oknum Kontraktor, oknum PNS langsung menemuinya dan terjadilah baku hantam, dan itu terjadi hanya sebentar saja," ungkap saksi.

Sementara itu pada tempat terpisah dihari yang sama, ada informasi melalui narasumber lain yang menyebutkan, sebelum terjadi baku hantam, oknum PNS sebelumnya sempat dipanggil oleh Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan dan Lingkungan., Ichsanursataruddin yang merupakan pimpinan dari oknum PNS.

Kemudian, Kabid tersebut juga menanyakan kepada oknum PNS, apakah dia (oknum PNS) yang menjadi narasumber terhadap pemberitaan pada media sebelumnya.

Kabid juga mengatakan kepada oknum PNS dimaksud, kalau oknum kontraktor yang menyampaikan, bahwa oknum PNS lah yang menjadi narasumber terhadap pemberitaan itu.

Narasumber yang juga tidak ingin namanya untuk disebutkan itu menilai ada dugaan tindakan provokasi atau adu domba dilakukan Kabid. 

"Seharusnya, sebagai Kabid, Ichsan lebih bijaksana dalam menangani permasalahan yang terjadi dilingkungan kerjanya, dan bisa memprediksi kalau baku hantam akan terjadi apabila dia menyampaikan hal yang demikian kepada oknum PNS," tutup narasumber itu.

Hingga berita diterbitkan media masih upaya konfirmasi pihak yang bertikai dan pihak terkait lainnya.

 

~ TimPeliputan ~

Editor : Hendra Putra

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

1

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

2

Wow
funny

1

Lucu
angry

1

Marah
sad

0

Sedih