3 Feb 2026 - 34 View
Tanah Datar,RedaksiDaerah.com — Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Barat resmi mengambil alih kepengurusan POBSI Kabupaten Tanah Datar periode 2019–2023. Langkah strategis ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 09/SK/POBSI-SBR/I/2026 sebagai bentuk penataan organisasi agar kembali berjalan sesuai konstitusi dan aturan organisasi.
Pengambilalihan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan lama POBSI Tanah Datar yang dinilai tidak lagi efektif menjalankan roda organisasi. POBSI Sumbar menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas, kesinambungan, serta marwah organisasi biliar di Kabupaten Tanah Datar.
Dalam SK tersebut, POBSI Sumbar menunjuk Pejabat Sementara (Caretaker) untuk memimpin POBSI Tanah Datar hingga terbentuknya kepengurusan definitif melalui Musyawarah Cabang (MUSCAB). Caretaker diberi mandat penuh untuk menjalankan fungsi organisasi dan mempersiapkan agenda musyawarah secara sah dan transparan.
Susunan caretaker POBSI Kabupaten Tanah Datar terdiri dari Miya Maharani sebagai Ketua, YhÅhanes Neoldy, ST sebagai Sekretaris, Andes Oktavianda sebagai Bendahara, serta Rully Hendrik sebagai Anggota. Tim ini diharapkan mampu bekerja cepat dan profesional dalam masa transisi kepengurusan.
Ketua Caretaker POBSI Tanah Datar, Miya Maharani, menegaskan bahwa agenda prioritas pihaknya adalah segera menyelenggarakan MUSCAB. Menurutnya, MUSCAB menjadi pintu masuk utama untuk mengembalikan legitimasi kepengurusan POBSI Tanah Datar secara konstitusional.
“MUSCAB adalah momentum penting untuk menentukan arah masa depan POBSI Tanah Datar. Kami berkomitmen memastikan proses ini berjalan demokratis, terbuka, dan sesuai dengan aturan organisasi,” ujar Miya dalam keterangannya.
Ia menambahkan, caretaker akan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan seluruh klub biliar, atlet, pelatih, dan pemangku kepentingan olahraga biliar di Tanah Datar. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting guna menciptakan suasana kondusif menjelang MUSCAB.
POBSI Sumatera Barat menegaskan bahwa pengambilalihan kepengurusan ini bukan sekadar langkah administratif, melainkan upaya serius untuk menata ulang tata kelola organisasi agar lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada prestasi.
Langkah ini juga diharapkan mampu mengakhiri stagnasi pembinaan atlet dan menghidupkan kembali aktivitas kompetisi biliar di Tanah Datar, baik di tingkat lokal maupun provinsi. Konsolidasi organisasi menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan prestasi di cabang olahraga biliar.
Dengan penunjukan caretaker dan rencana pelaksanaan MUSCAB dalam waktu dekat, POBSI Sumbar optimistis POBSI Tanah Datar dapat kembali solid, berdaya saing, dan siap berkontribusi aktif dalam menghadapi berbagai agenda kejuaraan biliar di masa mendatang.
---
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0