26 Jan 2026 - 138 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Jalur penurunan Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, kembali menagih korban jiwa. Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan sedikitnya tiga unit truk terjadi di ruas jalan yang selama ini dikenal rawan dan berbahaya, mengakibatkan empat orang meninggal dunia di tempat kejadian. Senin, (26/1/2026).
Insiden maut tersebut diduga kuat dipicu oleh satu unit truk yang mengalami kegagalan fungsi pengereman atau rem blong. Kendaraan berat itu melaju dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang Panjang dan kehilangan kendali saat memasuki turunan curam Panyalaian, sebuah titik yang berulang kali menjadi lokasi kecelakaan fatal.
Truk yang tak terkendali itu kemudian menghantam kendaraan lain di depannya, memicu tabrakan beruntun yang tak terelakkan. Benturan keras antar kendaraan menyebabkan kerusakan parah dan menjebak sejumlah korban di dalam badan kendaraan, membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.
Dampak kecelakaan kali ini sangat fatal. Data sementara mencatat empat orang meninggal dunia, menambah daftar panjang korban jiwa di jalur yang kerap disebut masyarakat sebagai “jalur maut” tersebut. Nyawa kembali melayang, sementara peringatan demi peringatan seolah tak pernah benar-benar ditindaklanjuti secara serius.
Petugas gabungan bersama relawan bergerak cepat melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Proses penyelamatan berlangsung cukup lama mengingat kondisi kendaraan yang ringsek dan posisi korban yang terjepit di antara rangka besi.
“Dua korban meninggal dunia telah dibawa ke RSUD Padang Panjang, sementara dua korban lainnya dievakuasi ke RS Yarsi Padang Panjang,” ungkap Zaki, salah seorang relawan yang berada di lokasi kejadian.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, AKP Finot, membenarkan terjadinya kecelakaan beruntun tersebut. Ia menyampaikan bahwa fokus utama pihak kepolisian saat ini adalah penanganan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta kelancaran arus lalu lintas.
“Saat ini personel Sat Lantas Polres Padang Panjang masih melakukan proses evakuasi, pengamanan lokasi, dan pengaturan lalu lintas,” ujar AKP Finot kepada wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban belum diumumkan secara resmi. Pihak kepolisian juga belum merilis kronologi lengkap kejadian, termasuk hasil awal pemeriksaan terhadap kendaraan dan sopir yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa jalur penurunan Panyalaian bukan sekadar jalan biasa, melainkan titik rawan yang membutuhkan pengawasan ketat, evaluasi teknis, dan tindakan tegas. Jika tidak, tragedi serupa tampaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali terulang.
----
Reporter: Tim
Editor: Fernando Stroom
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0