4 Nov 2020 - 108 View
Pati |Jateng| - Gejolak pupuk bersubsidi yang langka bahkan susah menjadi tranding topik masyarakat. Betapa tidak, disaat petani membutuhkan pupuk peredaran pupuk langka mengakibatkan para petani kelabakan untuk bisa mendapatkan pupuk.
Bahkan petani yang punya kartu tani pun banyak yang tidak kebagian pupuk. Kemana pupuk subsidi menghilang dari peredaran itulah yang menjadi pertanyaan masyarakat siapa yang bermain di pupuk ini?
Dari informasi yang kita gali di lapangan, masyarakat memang sangat susah mendapatkan pupuk.
Saat dikonfirmasi Kadis Pertanian Ir Muhtar Efendi, MM didampingi Kasi Pupuk Indriastuti, SP, MM diruang kerjanya mengatakan, untuk pupuk langka seperti apa? Berdasarkan data alokasi urea masih banyak untuk Npk, sp36, za. Organik langka karena presentase alokasi di banding RDKK pengajuan jauh.
"Pemberlakuan kartu tani pada tanggal 01 September 2020 membuat petani berduyun duyun mendapatkan/mengurus, jika Masih. Sudah termasuk di RDKK bisa mendapatkan pupuk," tambahnya.
Mengenai solusi kelangkaan pupuk pihak dispertan akan sesegera mungkin mendistribusikan kelapangan secepatnya.
Dan bila terjadi PELANGGARAN PIHAK DISTRIBUTOR MAUPUN PENGECER harap segera di foto dan di laporkan kepada pihak dispertan setempat.
Kelangkaan pupuk terjadi di beberapa wilayah di Jawa tengah mulai Pati, Blora, Grobogan dan Rembang kesulitan untuk mendapatkan pupuk.
Menurut dirjen prasarana dan sarana pertanian yang di kutip dari twiter mengatakan bahwasanya untuk menjamin agar distribusi pupuk bersubsidi kepada petani.ditjen PSP kementrian pertanian siap mengawal distribusi pupuk subsidi.ditjen PSP ingin memastikan distribusi pupuk subsidi sudah memenuhi prinsip 6T yaitu tepat jenis tepat jumlah tepat harga tepat tempat tepat waktu dan tepat sasaran tepat mutu.
Dirjen PSP kementrian pertanian Sarwo Edhy mengatakan verifikasi bertahap yang dilakukan membuat penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran dalam e RDKK, Ditjen PSP Kementan mengacu pada mekanisme by name by address sehingga data valid penerima bantuan pupuk subsidi mencapai 94%.
Tapi kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang susah untuk mendapatkan pupuk subsidi.
Siapakah yang bermain di pupuk tersebut sehingga pupuk menjadi langka?
Karna sesuai keadaan di lapangan pupuk semakin langka.
Dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kelangkaan pupuk ini?
-Nur Hanudin-
0
0
0
0
0
0